Bandara Juanda Surabaya

Angkasa Pura Waspadai Aspal Bandara Juanda Sudah Tua

#SURABAYA - Runway yang mengelupas atau lubang akan sangat berbahaya bagi keselamatan pesawat. Terutama akan bersentuhan dengan ban pesawat.

Angkasa Pura Waspadai Aspal Bandara Juanda Sudah Tua
faiq nuraini
General Manager Angkasa Pura, Yunus Suprayogi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bandara Internasiopnal Juanda Surabaya pada puncak mudik tahun ini akan dibanjiri penumpang. Namun puncak arus mudik pesawat ini diprediksi bukan saat pulang mudik. Melainkan saat balik mudik dari Surabaya kembali ke Jakarta atau luar negeri.

Saat ini, otoritas Bandara Juanda telah membuat hitungan prediksi mengenai arus penumpang saat mudik Juli nanti. Puncak mudik diperkirakan akan jatuh pada pada H+5 atau saat balik mudik. Saat itu, penumpang diperkirakan akan mencapai 60.695 penumpang.

Untuk H-2 yang merupakan puncak pulang mudik perkiraan penumpang akan mencapai 58.333 di hari itu. Puncak pulang mudik ini jatuh pada hari Sabtu.

"Kami akan membuat pelayanan senyaman mungkin. Khusus runway aka menjadi perhatian serius kami. Jangan sampai ada secuilpun aspal mengelupas" kata General Manager Angkasa Pura 1 Surabaya Yanus Suprayogi, Rabu (24/6/2015).

Akan ada tambahan jadwal penerbangan dari penerbangan yang sudah terjadwal selama ini. Diperkirakan akan ada setidaknya 40 extra flight menjerlang arus mudik udara nanti. Apalagi tahun ini, mudik dimulai lebih awal, H-15. Belum diketahui persis berapa kenaikan tiket pesawat. Sebab, itu otoritas maskapai.

Legal and Communication Public Angkasa Pura 1 Surabaya Liza Anindya menuturkan bahwa sejumlah maskapai saat ini telah mengajukan tambahan penerbangan. Baik penerbangan domestik maupun internasional. "Royal Brunei dan Cathay Pasific sudah mengajukan extra flight. Sementara aka ada tambahan 9 kali penerbangan mulai malam ini," kata Liza.

Sementara untuk penerbangan domestik, City Link, Lion, dan Batik Air, sudah memastikan mengajukan extra flight yang sama. Sementara, mereka masing-masing mengajukan 11 penerbangan tambahan, 13, dan 3 penerbangan ekstra. Sementara Garuda juga memastikan mengajukan hal yang sama.

Bahkan akan lebih banyak. "Kami juga diberi tahu kalau Royal Brunei juga telah memastikab mengganti pesawat dengan kapasitas seat lebih banyak. Pesawatnya lebih besar," kata Liza.

Rekaman data penumpang selama ini menunjukkan bahwa selalu terjadi peningkatan dari tahun ke tahun di Juanda. Apalagi saat ini telah dibuka Terminal 2 Juanda khusus penerbangan internasional dan Garuda.

Selama 2013, jumlah pesawat baik domestik maupun internasional yang terjadwal maupun tambahan sebanyak 6.092 pesawat. Jumlah penumpangnya sebanyak 803.020. Berikutnya 2014 pesawatbya berkurang 5.954, tapi penumpang melonjak 818.878. Tahun 2015 ini diprediksi pesawat sebanyak 6.064 dengan penumpang sebanyak 837.600.

"Ada hari-hari tertentu yang akan dipilih penumpang mudik. Selain bertepatan masa libur kerja juga menjelang hari H mudik. Biasanya hari Sabtu menjadi hari favorit," tambah Liza.

Diprediksi pulang mudik akan banyak orang memilih tanggal 11 dan 15 Juli. Sementara balik mudik akan banyak kembali pada 21 dan 27 Juli. Selain hari terakhir libur Lebaran juga masa cuti menjadi pertimbangan.

Sementara itu, ribuan pesawat akan lalu lalang di langit Juanda selama mudik. Karena makin padatnya penerbangan, runway terus menjadi sorotan. Bahkan Kepala Otoritas Bandara Wilayah III Surabaya Kol Laut (P) Dadun Kohar meminta tak boleh selembar rambut pun landasan pacu mengelupas.

"Kami terus memantau dan mengecek setiap menit aspal runway. Begitu diketahui sedikit cuil, secepat itu pula kita perbaiki. Harus diketahui bahwa aspal runway kami sudah tua. Tapi masih kuat. Selama mudik lebaran, siap," kata Shared Services Department Head AP 1 Juanda Didik Tjatur.

Runway yang mengelupas atau lubang akan sangat berbahaya bagi keselamatan pesawat. Terutama akan bersentuhan dengan ban pesawat. Tergelincirnya pesawat juga kerap karena landasan pacu yang rusak. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved