Ramadan 2015

Anggota DPD RI dari Jatim Minta Balai Besar Jalan Nasional Dibubarkan

#SURABAYA - FGD yang dihadiri stakeholders di bidang perhubungan ini membahas tema, "Kesiapan Pemerintah Menghadapi Mudik Lebaran 2015".

Anggota DPD RI dari Jatim Minta Balai Besar Jalan Nasional Dibubarkan
surya/ahmad faisol
Anggota DPD RI dari dapil Jatim, Ahmad Nawardi (berkaca mata) saat di Desa Pernajuh, Kecamatan Socah, Bangkalan, Sabtu (28/2/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI minta keberadaan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah V di Surabaya dibubarkan.

Permintaan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komite II DPD RI asal Jatim, Ahmad Nawardi, Selasa (23/6/2015) petang, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar PWI Jatim dan Dishub LLAJ Jatim, di Hotel Inna Simpang, Surabaya.

FGD yang dihadiri stakeholders di bidang perhubungan ini membahas tema, "Kesiapan Pemerintah Menghadapi Mudik Lebaran 2015".

Menurut Nawardi, lembaga BBPJN harus secepatnya dibubarkan, karena keberadaannya tidak efektif dalam melakukan pembangunan jalan di daerah. Proyek pembangunan jalan banyak yang tidak terencana dan menyeluruh.

Contohnya, perbaikan jalan di sepanjang jalur Pantura. Menjelang angkutan Lebaran tahun ini malah baru dilakukan persiapan untuk memulai perbaikan dan pengerjaan fisik.

"Makanya daripada menghamburkan anggaran dan kinerjanya tidak efektif, lebih baik BBPJN dibubarkan saja," tegasnya, disambut tepuk tangan puluhan peserta FGD.

Sebagai gantinya, pekerjaan yang selama ini dilakukan BBPJN, lanjut Mawardi dapat diserahkan dan diambil alih oleh Pemprov atau Gubernur sebagai perwakilan Pemerintah Pusat di daerah.

"Dengan begitu, jika ada jalan rusak dapat langsung diperbaiki. Terpenting, pembangunan juga bisa lebih terencana," tandas mantan Anggota DPRD Jatim ini.

Dalam kesempatan tersebut, Nawardi juga menjelaskan, bahwa pada Lebaran tahun ini jumlah pemudik yang pulang ke kampung halaman diperkirakan mencapai sekitar 20 juta orang. Jumlah itu naik 2 persen dibandingkan arus mudik Lebaran tahun lalu.

Selain itu, ada 2,02 juta orang pemudik yang menggunakan roda dua atau naik 7,7 persen dibanding tahun 2014. Sementara pemudik roda empat sebanyak 1,68 juta orang atau naik 5,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal terpenting lainnya, pemasalahan klasik yang selalu terjadi saat menghadapi arus mudik adalah masih ada 35 persen jalan provinsi yang kondisinya rusak berat dan butuh perbaikan. Selain itu, jalan nasional juga banyak yang rusak dan tersebar di sejumlah titik. Mulai kawasan pantura, Tapal Kuda hingga Madura.

"Padahal ada dana Rp 1,2 triliun pada tahun 2015 ini yang dianggarkan di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V di Surabaya," pungkas Nawardi.

Di Jatim, jalan nasional yang dikelola dan menjadi kewenangan BBPJN Wilayah V sepanjang 2.027 kilometer. Ruas jalannya meliputi lintas pantai utara sepanjang 469,296 kilometer, lintas tengah 193,915 kilometer, lintas selatan 620,067 kilometer, dan jalur penghubung lintas sepanjang 743,727 kilometer.

Dwi Purtono, salah satu Kepala Satker di BBPJN Wilayah V di Surabaya saat dihubungi Surya, Selasa (23/6/2015) malam tidak menjawab. Permintaan konfirmasi lewat telpon dan pesan pendek tidak direspon.

Penulis: Mujib Anwar
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help