Berita Tuban

Tak Terbukti Mencuri, Siswa SMP FKA Pulang dari Polsek Babak Belur

“Sepurane salah paham (maaf salah paham)” kata FKA didampingi ayahnya, Kusno (40) menirukan Husein, saat ditemui di rumahnya, Minggu (21/6).

Tak Terbukti Mencuri, Siswa SMP FKA Pulang dari Polsek Babak Belur
ilustrasi

SURYA.co.id|TUBAN - Oknum anggota Polsek Widang, Nur Hadi rupanya tak berhasil menginterogasi FKA (13) untuk mengakui telah mencuri sepeda motor milik Husein, warga RT 5 RW 1 Dusun Waduk, Desa Patihan, Kecamatan Widang, Tuban.

Setelah puas mengintimidasi bocah kelas 2 di sebuah SMP di kawasan Widang itu selama kurang lebih 1,5 jam, Nur Hadi melepaskannya.

Dia membolehkan FKA pulang ke rumahnya dengan wajah penuh lebam dan memar akibat kekerasan yang dilakukannya.

Rupanya, pemulangan FKA karena polisi tak bisa membuktikan perbuatan FKA mencuri sepeda motor meski melalui berbagai intimidasi dan iming-iming memberi uang sebesar Rp 1 juta.

Sebelum pulang, FKA bertemu dengan Husein bersama ayahnya, Kurtubi di sebuah ruang di Mapolsek. Ketika bertemu FKA, Husein berujar.

“Sepurane salah paham (maaf salah paham)” kata FKA didampingi ayahnya, Kusno (40) menirukan Husein, saat ditemui di rumahnya, Minggu (21/6).

Selain itu, kepulangan FKA ada campur tangan dari Kepala Desa Patihan, Agus Dian Cahyono yang datang ke Mapolsek untuk mejemput FKA.

Agus mengetahui permasalahan itu setelah mendapat laporan dari ayah FKA, Kusno.

Menurut informasi warga Dusun Waduk, sepeda motor Husein merk Honda Vario hilang pada Minggu (14/6) sekitar pukul 02.00 di rumahnya.

Husein mencurigai pencurinya memiliki ciri-ciri sama dengan FKA, hingga FKA lah yang dikeler ke Mapolsek Widang oleh oknum polisi.

BACA JUGA » Setelah Ditelanjangi, Mulut Siswa SMP, FKA Ditodong Pistol

Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved