Air Brush Tak Musnahkan Tenun Tangan

Putri Ayu sempat dipercaya merajut pakaian pejabat negara saat APEC 2013 yang harganya mencapai Rp 6 juta rupiah per potong.

Air Brush Tak Musnahkan Tenun Tangan
surya/magdalena fransilia
TENUN - Mahasiswa UK Petra belajar mempraktekkan air brush di atas rajutan benang di sentra kerajinan Songket dan Tenun Batu Bulan Gianyar Bali, Minggu (21/6/2015).

SURYA.CO.ID | DENPASAR - Keberadaan kain songket yang dibuat dengan metode Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) di Indonesia masih bisa ditemukan di Bali.

Mahasiswi Universitas Kristen Petra (UKP) yang datang ke sentra produksi kerajinan songket dan tenun di Batu Bulan Gianyar mendapat pengalaman cara membuat tenun ikat dan menjajal air brush pada selembar rajutan benang melintang, Minggu (21/6/2015).

Meski sudah memakai sistem air brush yang mempersingkat waktu pengerjaan sebab dikerjakan dengan bantuan plat, tenun tangan tak kalah menariknya karena tingkat kesulitannya justru membuat harga kain tenun melambung.

"Kami senang bisa memberikan pengetahuan untuk generasi muda terutama supaya lebih dekat dengan warisan budaya khas Pulau Dewata," ungkap Ida Bagus Adnyana, pemilik sentra kerajinan tenun ikat dan air brush Putri Ayu di Batu Bulan Gianyar Bali.

Untuk diketahui, sentra produksi tenun Putri Ayu sudah berdiri sejak 1991. Sempat dipercaya merajut pakaian pejabat negara saat APEC 2013 yang harganya mencapai Rp 6 juta rupiah per potong.

Bahan yang dipakai full sutra. Pengerjaannya dilakukan selama 5 bulan dengan jumlah pegawai 40-an orang wanita Bali. Mahasiswa UK Petra pun sangat antusias mencoba membuat tenun tangan ini.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Tags
UK Petra
Penulis: Magdalena Fransilia
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved