Berita Mojokerto

Pajak Rumah Kos di Mojokerto Tak Maksimal

“Bisa dihitung jari, beberapa titik (rumah kos) saja yang memenuhi kewajibannya (bayar pajak rumah kos). Makanya, perlu terus dioptimalkan,” ungkapnya

Pajak Rumah Kos di Mojokerto Tak Maksimal
surya/muchsin
Kos-kosan

SURYA.co.id| MOJOKERTO - Banyaknya rumah kos di Kota Mojokerto ternyata masuh belum diimbangi dengan pemasukan pajak dari sektor ini.

Potensi pajak rumah kos belum tergarap maksimal, walau Peraturan Daerah yang mengatur pajak bisnis kos sudah digulirkan.

“Potensi pajak rumah kos memang masih belum optimal. Selain terkait target PAD juga menyangkut kepatuhan wajib pajak,” kata Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Mojokerto, Agung Mulyono, Jumat (19/5).

DPPKA mencatat, sejauh ini hanya segelintir pemilik rumah kos yang menyelesaikan kewajibannya membayar pajak rumah kos.

“Bisa dihitung jari, beberapa titik (rumah kos) saja yang memenuhi kewajibannya (bayar pajak rumah kos). Makanya, perlu terus dioptimalkan,” ungkapnya.

Optimalisasi pajak rumah kos, bisa dilakukan karena saat ini terjadi pertumbuhan bisnis kos secara sporadis.

Hampir di setiap jengkal wilayah kota dengan dua kecamatan banyak berdiri rumah koa.

Bahkan di beberapa kawasan, bisnis rumah kos tumbuh pesat, seperti di kawasan Kelurahan Gunung Gedangan dan Kelurahan Meri, keduanya di wilayah Kecamatan Magersari dan di kawasan Kelurahan Suradinawan dan kelurahan Kranggan, Kecamatan Prajurit Kulon.

“Potensi ini yang sedang kami garap. Kami juga melakukan pendataan untuk rumah kos yang menjadi obyek pajak,” paparnya.

Aturan yang mengikat bisnis rumah kos, kata Agung, sudah diatur dalam Perda Kota Mojokerto Nomor 12 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah.

Halaman
12
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved