Bandara Juanda Surabaya

Musala di Bandara Juanda Tak Lagi Sekumuh di Terminal Bus

Sebelumnya, fasilitas ibadah di Bandara Juanda sama seperti di terminal bus Bungurasih Surabaya. Kumuh dengan mukena menjamur tak rapi.

Musala di Bandara Juanda Tak Lagi Sekumuh di Terminal Bus
faiq
SAAT KUMUH - Sejumlah penumpang saat berada di musola bandara Juanda yang menurut penumpang seperti musala terminal bus Bungurasih. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tak ingin disebut fasilitas ibadahnya seperti di terminal bus, PT Angkasa Pura 1 Surabaya secara serempak mengganti karpet dan mukena baru. Kini, aroma di tempat ibadah bandara internasional itu wangi.

Tak seperti selama ini yang bau dengan karpet yang nglinting dan mukena dekil. Kain khusus untuk salat perempuan muslim itu sudah menjamur. Begitu juga lantai musala selalu becek karena hanya ada satu karpet kecil.

Namun saat ini, fasilitas ibadah untuk umat muslim di musala Bandara Juanda itu sudah diganti.

General Manager PT Angkasa Pura 1 Surabaya Yanus Siprayogi langsung memerintahkan petugas untuk mengganti perlengkapan ibadah.

"Musala yang mana yang bau dan kumuh. Segera saat ini juga langsung saya perintahkan untuk mengganti karpet sampai mukena," reaksi Yanus, Jumat (19/6/2015).

Seperti yang ditulis sebelumnya, fasilitas ibadah di Bandara Juanda sama seperti di terminal bus Bungurasih Surabaya. Kumuh dengan mukena menjamur dipajang di etalase belakang musala.

Kondisi itu sudah terjadi lama, terutama di musala lantai satu dekat media centre Juanda.

Sebelumnya, manajemen Angkasa Pura selaku operator Bandara Juanda membuat program wangi sepanjang Ramadan tahun ini. Salah satunya adalah membuat nyaman dan harum fasilitas ibadah. Hal ini sudah harus terealisasi sebelum datangnya Ramadan.

Namun saat dicek, tempat ibadah di Bandara Juanda di lantai satu Terminal 1 terlihat kumuh. Penumpang tak mempermasalahkannya. Namun mereka berharap bisa lebih nyaman. Jadi tak seperti tempat ibadah di terminal bus Bungurasih.

Pantauan Surya memang saat ini sudah ada dua keset ditempatkan di mulut musala. Keset ini selalu karena secara berkala diganti. Mukena yang sebelumnya lusuh dengan putih menjamur diganti mukena cokelat. Karpet nglinting juga sudah diganti. 

Tags
kabin
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help