Surya/

Bandara Juanda Surabaya

Bandara Juanda Harus Keren, Jangan Pakai Kereta Rakyat

#SURABAYA - Saya lebih senang pengembangan kereta untuk Juanda lebih berwawasan ke depan. Monorel canggih. Bukan kereta Gubeng.

Bandara Juanda Harus Keren, Jangan Pakai Kereta Rakyat
faiq nuraini
General Manager Angkasa Pura, Yunus Suprayogi 

SURYA | SURABAYA.co.id - Rencana Pemprov Jatim dan sejumlah pihak untuk segera merealisasikan jalur khusus kereta api Gubeng-Juanda ditentang langsung oleh operator Bandara Juanda Surabaya, PT Angkasa Pura.

Mereka tak menginginkan kereta ini beroperasi.

General Manager PT Angkasa Pura 1 Surabaya, Yanus Suprayogi menuturkan bahwa dalam perkembangannya ke depan, yang dibutuhkan bukan kereta seperti itu. Kereta api yang memang khusus dengan kelas tertentu.

"Moda transportasi masal memang harus didorong. Namun saya lebih senang jika pengembangan kereta untuk Juanda lebih berwawasan ke depan. Monorel canggih yang bisa menjangkau kota menuju Juanda. Bukan kereta Gubeng," kata Yanus, Kamis (18/6/2015).

Yanus yang asli Malang itu akan lebih respek manakala kereta itu bisa langsung menghubungka Malang, Sidoarjo, atau kota-kota besar sekitar Surabaya. Orang naik kereta api dengan nyaman. Bukan kereta yang berada di stasiun rakyat seperti Gubeng.

"Bandara, apa pun harus diciptakan dengan kelas tersendiri. Bandara Juanda harus keren. Juanda nanti akan terintegrasi dengan mal. Kereta api cepat seperti monorel yang lintasannya di atas jalan bisa langsung menuju Juanda," tambah Yanus.

Selama ini telah menguat desakan akan merealisasikan jalur khusus kereta api Gubeng Juanda. Komisi VI DPR RI beberapa hari lalu mendesak agar jalur kereta api ke Juanda bisa direalisasikan. Jalur ini tertunda karena konsentrasi rel ganda Surabaya - Jakarta.

"Saat ini rel ganda sudah selesai dan tinggal memikirkan rel untuk kereta ke Juanda. Ini sangat dibutuhkan publik. Toh relnya juga pendek. Ini mendesak saya pikir," kata anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo.

Kereta api ke Juanda itu tinggal menambah rel menuju Juanda dari pertigaan Aloha. Menurut hitungan Kasi Perkeretapian Dishub Provinsi Jatim, Luhur Pribadi, jarak Juanda dengan pertigaan Aloha tidak sampai 10 KM.

Dishub menyatakan bahwa pihaknya terus mendorong agar rel ganda ke Juanda segera bisa direalisasikan. "Double track elevated railways itu dari stasiun Gubeng sampai Bandara Juanda. Jaraknya sekitar 17 KM. Elevated mulai stasiun Wonokromo," kata Luhur.

Namun tidak mudah merealisasikan rencana itu. Apalagi nantinya akan melintasi areal lahan milik TNI AL. Karena menyangkut lembaga inilah, sejumlah pihak meragukan. Namun YLKI Jatim Said Sutomo mendesak demi kepentingan publik harus prioritas. "Sebaiknya untuk kadar tertentu, kepentingan publik lebih prioritas," kata Said.

Saat ini, Juanda sedang mengembangkan diri untuk membangun Terminal 3 dan Terminal 4. Akan ada dobel bahkan tripel ranway di bandara Juanda ini. Dobel runway itu akan diriimbangi peningkatan landside (sisi darat). Di antaranya, transportasi lanjutan
darat dari atau menuju Juanda.

Salah satu land transport yang sedang dimatangkan adalah kereta Bandara Gubeng-Juanda. Konsepnya double track elevated railway (DTER). Pembangunan kereta bandara di Juanda termasuk rencana 2009 yang tertunda. 

Tags
take off
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help