Berita Mojokerto

Audit BPKP Bakal Tentukan Tersangka Baru Kasus JUT Mojokerto

"Begitu hasil audit turun, langsung ada penetapan tersangka baru," paparnya.

Audit BPKP Bakal Tentukan Tersangka Baru Kasus JUT Mojokerto
surya/anas miftakhutadin
Anggota Reskrim Polres Mojokerto saat tiba di Kantor Dinas Pertania yang akan digeledah dalam kasus dugaan korupsi JUT Rp 10 miliar, Rabu (3/6). 

SURYA.co.id|MOJOKERTO - Penyidik Tipikor Reskrim Polres Mojokerto yang menangani dugaan korupsi program dekonsentrasi Jalan Usaha Tani (JUT) di Dinas Pertanian (Disperta) Rp 10 miliar tinggal menunggu hasil audit BPKP untuk menentukan tersangka baru.

Selama ini, penyidik baru menentukan satu tersangka yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial S.

Sementara untuk menentukan tersangka lain, penyidik masih menunggu hasil audit BPKP untuk menentukan kerugian negara. Karena selama ini penyidik belum tahu pasti kerugian negara atas program bantuan dari Pemprov Jatim itu.

Kapolres Mojokerto, AKBP Budhi Herdi Susianto, menjelaskan pihaknya sudah mengajukan audit ke BPKP atas kerugian negara. Karena proyek JUT yang berlangsung tahun 2011 itu ada beberapa yang belum selesai tapi sudah bisa dicairkan.

"Nah untuk mengetahui itu kan BPKP yang tahu," tandasnya.

Mantan penyidik KPK, menegaskan proyek yang sudah berjalan itu tetap bisa diketahui karena dari BPKP ada ahlinya.
Intinya, tim yang ada mencari spesifikasi dari proyek dan berujung pada persoalan.

"Begitu hasil audit turun, langsung ada penetapan tersangka baru," paparnya.

Kapolres menegaskan, pejabat yang tersangkut dalam dugaan korupsi akan lebih dari dua orang. Karena disitu ada PPK, Pengguna Anggaran (PA) serta penarik fee (broker) dari rekanan yang disetorkan ke orang tertentu.

Namun penyidikan terhadap broker akan difokuskan, apakah uang itu masuk dalam kerugian negara atau tidak.

"Kalau dari hasil audit BPKP menyatakan masuk dalam kerugian negara ya langsung saja," tandasnya.

Halaman
12
Tags
Mojokerto
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved