Bandara Juanda Surabaya

Sekeluar Tol Masuk Kampung Dulu Sebelum ke T2 Bandara Juanda

#SURABAYA - Setelah lancar keluar tol, belok kanan dan harus menembus perkampungan Sedati, Sidoarjo, untuk bisa sampai ke T2 Bandara Juanda.

Sekeluar Tol Masuk Kampung Dulu Sebelum ke T2 Bandara Juanda
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Suasana check-in penumpang T2 Bandara Juanda, Minggu (25/1/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejak dibukanya terminal dua (T2) Juanda, arus kendaraan menuju Bandara Juanda dua ini makin menumpuk.

Inilah terminal penumpang khusus untuk tujuan internasional dan untuk maskapai penerbangan tertentu, seperti Garuda.

Namun untuk sampai T2 Juanda tersebut tidak selancar untuk bisa sampai ke T1. Kalau terminal lama (T1), akases menuju lokasi ini cukup lancar. Begitu keluar dari Tol Waru, belok kiri langsung menuju pintu masuk Bandara Juanda satu.

Tidak demikian dengan akses menuju T2. Menuju terminal ini dibutuhkan waktu bisa sampai satu jam. Setelah lancar keluar tol, belok kanan dan harus menembus perkampungan Sedati, Sidoarjo, untuk bisa sampai ke T2.

"Saya tak tahu kalau sampai ke T2 waktunya lebih lama dari yang diperkirakan. Ternyata harus melalui Sedati yang macet. Untung masih nutut pesawatnya," kata Pramono Putra, salah satu calon penumpang, Selasa (9/6/2015).

Masyarakat saat ini memang mengeluhkan akses menuju T2. Calon penumpang Bandara Juanda mayoritas memilih jalan tol menuju Juanda daripada melalui pertigaan Aloha.

Memang ada fasilitas Jalur arteri atau jalan kembar dari Aloha. Namun untuk menuju Aloha akan macet mulai bundaran waru hingga bundaran Aloha. Orang akan lebih memilih lewat tol bandara.

Belum lagi mereka yang dari Malang atau Gresik, mereka bisa langsung melanjutkan ke tol Waru-Juanda. Masyarakat juga akan berpikir dua kali untuk mau lewat Aloha. Meski jalur ini lebih tepat karena lurus saja sudah sampai T2 Juanda.

Sampai saat ini, belum ada solusi atas macet yang dialami para penumpang ke T2 di Kampung Sedati. Belum lagi jika ada kendaraan parkit di jalur sempit itu, kemacetan makin menjadi.

Mereka berharap ada solusi atau jalur alternatif. Namun para calon penumpang tak bisa berbuat banyak. "Ya macet, mau bagaimana lagi. Mau tak mau berangkat lebih awal agar tak terjebak macet Sedati," kata penumpang yang lain.

Halaman
123
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved