Berita Mojokerto

Tersangka Korupsi JUT Rp 10 Miliar Lebih Dari Satu Orang

"Kalau secara rinci, saya tidak hafal dan kami akan kerja sama dengan bagian teknis untuk menentukan apakah proyek itu selesai atau tidak," terangnya.

Tersangka Korupsi JUT Rp 10 Miliar Lebih Dari Satu Orang
surya/anas miftakhutadin
Anggota Reskrim Polres Mojokerto saat tiba di Kantor Dinas Pertania yang akan digeledah dalam kasus dugaan korupsi JUT Rp 10 miliar, Rabu (3/6). 

SURYA.co.id| MOJOKERTO - Penyidik Tipikor Polres Mojokerto mulai memilah pekerjaan yang belum selesai dan yang tidak digarap oleh rekanan dalam program Jalan Usaha Tani (JUT), tapi dananya dicairkan 100 persen.

Pemilahan data yang dilakukan, setelah penyidik turun ke lokasi proyek yang tersebar di 6 kecamatan ditambah dengan dokumen yang disita dari Kantor Dinas Pertanian (Disperta) Pemkab Mojokerto, Rabu (3/6) kemarin.

"Data yang sudah ada kami pilah untuk memudahkan penyidikan. Proyek mana saja yang belum selesai tapi dananya sudah dicairkan," tutur Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Budi Santoso, Jumat (5/6).

Berapa jumlah proyek yang tidak selesai tapi dananya sudah dicairkan? Mantan Kasat Reskrim Polres Tuban itu mengaku tidak hafal dan itu diakui masuk dalam materi penyidikan.

"Kalau secara rinci, saya tidak hafal dan kami akan kerja sama dengan bagian teknis untuk menentukan apakah proyek itu selesai atau tidak," terangnya.

Terkait kerugian negara yang nilainya sekitar Rp 1,4 miliar, penyidik belum bisa memastikan secara pasti.
Kerugian negara itu diakibatkan dari pungutan (fee) sebesar 17,5 persen secara terorganisir dan proyek yang belum selesai tapi sudah dibayar.

"Untuk menentukan kerugian negara secara pasti, kami akan koordinasi dengan BPK," papar AKP Budi.

Dugaan korupsi yang sudah menjerat seorang tersangka berinisial S bagian Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) akan melebar ke tersangka lain.

Karena dalam kasus korupsi bagian per bagian ada yang terlibat sehingga tersangkanya lebih dari satu.

Namun siapa saja yang bakal terjerat menjadi tersangka, AKP Budi enggan menyebut.

"Yang jelas tersangkanya lebib dari satu," tandasnya.

Kapan Kepala Disperta, Sulistyowati diperiksa? Kasat Reskrim belum mengagendakan pemeriksaan Sulistyowati.
"Kami fokuskan pemeriksaan saksi dan orang di bawah kepala dinas. Kepala dinas diperiksa paling akhir karena gongnya dan hasil dari pemeriksaan saksi tinggal mengcross check saja;" tandasnya.

Seperti diketahui, dalam kasus ini penyidik menyoroti pelaksanaan proyek infrastruktur pertanian yang dibagi dalam 100 paket.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved