Surya/

Event Surabaya

Seru Banget, Berfoto Bareng di Rumah Terbalik Grand City Surabaya

Siapa bilang kalau rumah terbalik tidak bisa dihuni? Hal ini terbukti ketika masuk ke rumah terbalik di Grand City Surabaya.

Seru Banget, Berfoto Bareng di Rumah Terbalik Grand City Surabaya
SURYA/HABIBUR ROHMAN
Pengunjung bergaya di rumah terbalik yang dibangun iSTTS di Grand City Mall Surabaya, Jumat (5/6/2015). Event ini berlangsung 3 hari. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Siapa bilang kalau rumah terbalik tidak bisa dihuni? Hal ini terbukti ketika masuk ke rumah terbalik yang ada di Lantai dasar, Grand City Surabaya.

Rumah terbalik ini merupakan karya kreatif yang dibuat oleh mahasiswa jurusan Desain Produk (Despro) ISTTS (Institut Sains Terapan dan Teknologi Surabaya).

Kedua jurusan ini menampilkan eksistensi dalam desain dengan menampilkan pameran atau gelar karya dalam acara so’Xis yang digelar oleh ISTTS.

Yang teristimewa dari acara ini adalah tantangan yang diberikan pada para mahasiswa Despro untuk mewujudkan suatu karya yaitu “Rumah Terbalik”.

Karya Rumah Terbalik tersebut adalah hal baru dan pertama untuk mal-mal di Surabaya yang bisa dimanfaatkan oleh para pengunjung mal sebagai sarana rekreasi dan spot untuk selfie.

Rumah terbalik ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung di mall. Salah satu pengunjung yang sudah menikmati masuk rumah terbalik ini mengatakan seperti ingin melayang.

“Asik. Meski pengen melayang, juga pengen terbalik duduk di sofa yang ada di atas,” ujar Rhama, 5 Juni 2015.

Memang pameran rumah terbalik ini memiliki keunikan tersendiri. Rumah yang berukuran sekitar tipe 21 ini, juga dijadikan suatu spot area pameran yang dapat dijadikan background foto yang dilombakan pada event so’Xis, di mana calon peserta dapat berfoto dengan pose sekreatif mungkin dan dilombakan pada akhir acara.

Rumah terbalik ini terbuat dari bahan-bahan yang mudah dicari dan ramah lingkungan. Dosen Despro, Martinus Brahma, mengatakan kalau pembuatan rumah terbalik ini menggunakan bahan-bahan yang tidak terlalu sulit.

“Mereka yang membuat ini hanya bondo bahan-bahan seperti kertas bekas, trus plastik, dan masih banyak lagi. Jadi selain kreatif juga harus mengandung unsur ramah lingkungan,” terangnya.

Selain itu acara so’Xis ini diisi dengan pameran karya mahasiswa dalam rupa 2 dimensi yakni sketsa dan lukisan, 3 dimensi yakni contoh miniature kendaraan, areal umum serta rumah Jepang, dan juga menyajikan galeri fotografi dengan tema Eksplorasi Photography yang terdiri dari 100 lebih karya foto yang di pamerkan.

Sebagai tambahan mahasiswa juga mengadakan workshop dan lomba untuk siswa-siswi SMA/SMK. Pengangkatan tema so’Xis dimaksudkan bahwa mahasiswa yang berada di bidang desain harus menunjukan eksistensinya supaya dikenal oleh masyarakat.

Tags
Grand City
Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help