Bandara Juanda Surabaya

Masih Saja Ada Taksi Gelap Beroperasi di Bandara Juanda Surabaya

#SURABAYA - Berkali-kali petugas gabungan merazia taksi gelap di Bandara Juanda. Namun berkali-kali pula ditemukan banyak taksi gelap tertangkap.

Masih Saja Ada Taksi Gelap Beroperasi di Bandara Juanda Surabaya
faiq nuraini
Petugas gabungan saat merazia taksi gelap di Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Kamis (4/6/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Berkali-kali petugas gabungan merazia taksi gelap di lingkungan Bandara Juanda. Namun berkali-kali pula ditemukan banyak taksi gelap tertangkap. Mereka tetap bandel dan mengganggu kenyamanan bandara.

"Sasaran kami adalah kendaraan gelap. Taksi tidak taksi, travel tak plat kuning. Mereka jelas tak berizin. Namun untuk kendaraan pribadi yang mencari penumpang di bandara, ini yang membuat kami kesusahan," ucap Manager Security Angkasa Pura Juanda, Sukirman, 4 Juni 2015.

Otoritas Bandara Juanda berusaha terus mensterilkan areal mereka dari kendaraan gelap. Tidak saja membuat tak nyaman penumpang karena sampai digelandang-gelandang. Namun juga dikhawatirkan kendaraan gelap itu berpotensi menimbulkan tindak kejahatan.

Apalagi menjelang musim mudik saat ini, akan makin banyak pengunjung dan penumpang pesawat melalui Bandara Juanda. Di saat yang bersamaan akan bermunculan taksi gelap. Mobil dengan tanpa izin trayek mengangkut penumpang.

Petugas mengakui kalau mobil pribadi, rental, sulit terdeteksi. Namun mobil yang jelas bertuliskan "trans" atau identitas lain langsung diamankan. Petugas langsung memeriksa dokumen. Mulai izin trayek, izin operasi, dan kelengkapan lainnya.

"Kalau belum punya izin, kami beri kesempatan mengurus. Tiga bulan. Namun, untuk saat ini kita tilang dan sidang di tempat," kata Peri Sadjarwo, petugas Dishub dan DLLAJ Jatim.

Sementara itu, sekitar 30 kendaraan gelap diamankan petugas. Kebanyakan mobil Xenia Avabza. Sejumlah taksi yang tak menunjukkan dokumen lengkap adalah KAHA. Namun menjelang sore, manajemen KAHA datang ke bandara.

"Kami sudah sepuluh tahun beroperasi. Tidak mungkin kami tak berizin. Kebetulan, para sopor KAHA tadi tak membawa kelengkapan. Ini kami bawakan dokumen lengkap," kata Hendra Eka, manajemen KAHA.

Sebelumnya, Puluhan mobil pribadi yang diduga taksi gelap diusir dari Terminal 1 Bandara Juanda, Kamis (4/6/2015). Mereka lebih dulu diminta menepi saat mengangkut penumpang dan hendak keluar dari bandara.

Para petugas gabungan, Angkasa Pura, Polisi AL, Pomal Juanda, Polsek Sedati, dan Dishub dan DLLAJ Jatim, mencegati setiap mobil pribadi dan taksi gelap. "Izin trayek dan izin operasi di kantor," ucap salah satu sopir Avanza dengan lambung kendaraan bertuliskan Kaha.

Dokumen mulai STNK, SIM, dan dokumen lain disita petugas untuk selanjutnya diperintahkan diambil di pos keamanan. Petugas pun meminta kendaraan menuju Posko Satgaspam TNI AL Bandara Juanda ini.

"Kami harus menertibkan taksi gelap. Sasaran kami adalah mobil pribadi tanpa izin mencari penumpang di bandara. Mereka liar dan membuat tak nyaman penumpang di bandara," kata Manager Security Angkasa Pura Juanda, Sukirman.

Sampai siang ini, razia taksi gelap masih terus berlangsung. Sudah ada lebih dari 30 mobil pribadi yang terjaring razia. Ada yang plat hitam angkut penumpang. Ada kendaraan travel tapi tak berizin.

"Kami langsung tilang dan silakan membayar denda. Kami selalu menggelar razia rutin. Namun menjelang mudik begini, kenyamanan dan keamanan penumpang menjadi prioritas," tambah Sukirman. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved