Bandara Juanda Surabaya

Bandara Juanda Baru Terintegrasi dengan Mall, Terhubung Jalan Bawah Tanah

#SURABAYA - Pengembangan bandara Juanda itu agar lebih berkelas internasional. Tidak saja bandara, tapi ada pusat bisnis dan pusat perbelanjaan.

Bandara Juanda Baru Terintegrasi dengan Mall, Terhubung Jalan Bawah Tanah
faiq nuraini
General Manager Angkasa Pura, Yunus Suprayogi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Begitu dipercaya menjadi General Manager PT Angkasa Pura 1 Juanda, Yunus Suprayogi bertekad menjadikan Bandara Juanda di Sidoarjo itu makin nyaman.

Tidak saja akan mengembangkan Terminal 3 (T3), tapi juga Terminal 4 (T4). Bahkan keduanya akan terintregrasi dengan mal dan Aiport City.

"Semua sudah kita siapkan dengan matang. Termasuk nanti akan ada jalan bawah tanah di kedua terminal baru itu," ucap Yunus sambil menunjukkan maket rencana pengembangan T3 dan T4, Rabu (3/6/2015).

Sayang, Yunus masih enggan menyebarkan maket itu lebih jauh. Namun pengembangan di terminal Juanda baru itu akan lebih terintegrasi dengan pusat perbelanjaan megah. Bahkan akan ada fasilitas kereta khusus. Belum disebutkan apakah kereta bawah tanah atau kereta monorel.

Yunus memastikan bahwa pihaknya segera merealisasikan pengembangan bandara Juanda itu agar lebih berkelas internasional. Tidak saja melulu bandara, tapi ada pusat bisnis dan pusat perbelanjaan.

"T3 sudah kita siapkan. Bersamaan itu pula, akan dibangun pula T4. Kami merasa bersyukur karena berbagai pihak mendukung. Bahkan pihak otoritas tol bahkan menawarkan untuk dibuka akses langsung ke T3 ini," tambah Yunus yang asali Malang tersebut.

Saat ini dijajaki akses jalan tol yang bisa langsung menembus bandara baru tersebut. Saat ini Terminal 1 sudah bisa terakses langsung tol. Begitu keluar tol sudah langsung menuju pintu masuk T1. Namun untuk T2 yang saat ini menjadi idola karena penerbangan internasional dan Garuda, meninggalkan catatan soal akses ke terminal ini.

Hal itu diakui sendiri Yunus. Banyak masyarakat mengeluhkan akses menuju T2. "Usai melewati tol, begitu keluar dan hendak ke T2 macet di Sedati. Kami tak bisa berbuat banyak karena banuak pemukiman penduduk. Kami hanya mengimbau kepala penumpang di T2 untuk datang lebih dini," kata Yunus.

Pria tegas ini mengakui bahwa saat ini Juanda dalam posisi sangat padat. Penumpang juga terus makin banyak. Pengembangan Juanda ke T2, T3, dan T4 adalah jawaban atas kepadatan itu.

Kepadatan lalu lintas penumpang dan penerbangan makin tak terkendali dalam kurun waktu ke depan. Saat ini, menurut Yunus, setiap hari pergerakan pesawat mencapai 337 unit atau 39 unit per jam. Ini sudah di luar batas ideal. Idelnya cukup 27 penerbangan setiap hari. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved