Surya/

Wujudkan Kota Kediri Aman Bagi Anak

Kota Kediri memang kota kecil, tapi kerukunan agamanya sangat baik dan kondusif sehingga menjadi kota sangat ramah bagi anak-anak.

Wujudkan Kota Kediri Aman Bagi Anak
surya/didik mashudi
KOTA ANAK - Kru Yayasan Kekuatan Cinta Indonesia saat berkunjung ke salah satu sekolah di Kediri, Selasa (2/6/2015).

SURYA.CO.ID | KEDIRI - Kepolisian Kota Kediri terus berupaya mewujudkan Kota Kediri ramah bagi anak. Langkah itu dilakukan dengan memberikan rasa aman anak-anak sejak berangkat sekolah hingga kembali ke rumahnya.

"Kami akan memberikan perlindungan dan rasa aman kepada anak-anak sampai anak-anak itu sampai di sekolahnya," ungkap AKBP Bambang W Baiin, Kapolres Kediri Kota, Selasa (2/6/2015).

Dijelaskan Kapolres, setiap bulan petugas Kepolisian dari Satbinmas dan Babinkamtibmas telah memberikan penyuluhan ke sekolah. "Kegiatan ini rutin dilakukan petugas kepolisian di sekolah-sekolah," ungkapnya.

Terkait data jumlah kekerasan terhadap anak di Kota Kediri pada 2015 tercatat ada 16 kasus. Rinciannya, 11 kasus pelecehan seksual dan 5 kasus kekerasan terhadap anak.

"Kasus kekerasan terhadap anak ini dilakukan orangtua terhadap anaknya. Sehingga penyelesaian masalahnya dilakukan diluar persidangan," ungkapnya.

Kota Kediri telah dipilih Yayasan Kekuatan Cinta Indonesia (YKCI) sebagai percontohan kota yang layak dan ramah anak. Salah satu alasannya karena di Kota Kediri iklimnya sangat kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak.

Dwi Krismawan, Ketua YKCI kepada Surya menyebutkan, Kota Kediri memang kota kecil, tapi kerukunan agamanya sangat baik dan kondusif sehingga menjadi kota sangat ramah bagi anak-anak.

"Kami berharap di kota kecil ini mampu menjadi percontohan dan teladan kota ramah anak di Indonesia. Kita memang memulai kota yang ramah dan peduli anak dari kota kecil," ungkapnya.

Sebelumnya Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, telah berupaya menjadikan Kota Kediri yang ramah bagi anak dengan menggelar kegiatan edukasi di sekolah-sekolah.

Selain itu menciptakan hubungan yang harmonis antara guru dan anak didik yang secara rutin digelar kegiatan kesenian tradisional yang melibatkan anak-anak. Salah satunya Festival Padang Bulan di GOR Jayabaya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help