Buku dan Anak Muda Itu Baru Gaya

ini gaya ayas, mana gaya umak?

Buku dan Anak Muda Itu Baru Gaya
istimewa
buku berjalan 

Oleh : Sandi Iswahyudi
Mahasiswa Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang
@SandiIswahyudi

BINGUNG bagaimana berkontribusi positif bagi negeri? Mulailah dari hal kecil dan lakukan dengan konsisten, dampaknya pasti luar biasa dibanding tindakan besar, tapi tak konsisten. 

 

#BukuBerjalan misalnya, menjadi langkah kecil saya untuk berkontribusi nyata bagi sesama. Berbagi buku, berbagi ilmu adalah hal mudah dan tak butuh banyak biaya untuk dikerjakan, tapi berdampak besar bagi peradaban hingga kehidupan akhirat kelak.

 

Itulah inti program #BukuBerjalan saat on air di Radio Andalus FM, Jumat (15/5) silam. #BukuBerjalan salah satu program Indonesia Medika sebagai respons terhadap permasalahan minat baca generasi muda dan kesehatan. Dilihat dari segi kesehatan personal, aktivitas membaca menjadi salah satu jenis olahraga otak dan teknik sehat seimbang.

 

Selain itu, membaca menjadi satu di antara 14 cara meningkatkan penyembuhan diri. Membaca juga menjadi salah satu indikator maju mundurnya suatu bangsa.  

 

On air kali ini sungguh membuat saya kagum, ternyata masih banyak masyarakat yang peduli dengan literasi. Penanya dari berbagai generasi, aktif bertanya dan memberikan tanggapan tentang buku. Bahkan, ada ibu yang bertanya bagaimana membiasakan anak sejak kecil suka buku.

 

Tiga program jangka panjang dirancang Indonesia Medika untuk menjawab semua pertanyaan tersebut. Pertama, ketersediaan perpustakaan mini di klinik-klinik. Percobaan awal dilakukan di Klinik Bumiayu Gadang. Kedua, menyediakan perpustakaan mini di taman-taman kota di Malang. Ketiga, mengampanyekan 'ini gaya ayas, mana gayamu sam?'

 

Kampaye buku sebagai gaya hidup dan kebutuhan itu diikuti mahasiswa, dosen, komunitas, beragam profesi hingga para pengambil kebijakan. Dikemas dalam video dua bahasa. Namun, semua program tersebut tak akan terlaksana dan berhasil tanpa sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak. 

 

“Semoga pemerintah mendengarkan diskusi ini sehingga membuat program yang mendukung peningkatan budaya baca di Kota Malang,” harap Rendi, penyiar Andalus FM Malang.

 


 

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved