Demam Akik

Perajin Kotak Perhiasan Pun Ikut Kebanjiran Order

Sekat di dalam kotak juga dilapisi busa sehingga cincin yang dimasukkan dalam penjepit busa, sulit untuk lepas.

Perajin Kotak Perhiasan Pun Ikut Kebanjiran Order
surya/sutono
KOTAK AKIK - Anif Effendi (rambut gondrong), perajin kotak perhiasan cincin batu permata, kebanjiran rezeki dari demam batu akik yang melanda Tanah Air, Jumat (29/5/2015).

SURYA.CO.ID | JOMBANG – Jumat (29/5/2015) siang, suasana rumah Anif Effendi (29) di Dusun Corogo, Desa Janti, Kecamatan Jogoroto, Jombang, tampak lima laki-laki sibuk dengan pekerjaannya masing-masing..

Ada yang memotong-motong triplek dalam ukuran tertentu, ada yang merekatkan busa, ada juga yang menempelkan kain oscar ke kotak-kotak perhiasan setengah jadi, sampai dengan memasang pengunci logam.

Pada bagian dalam kotak tersebut diberi sekat berbahan busa. Pada sekat-sekat ukuran 3 sentimeter kali 3 sentimeter itu digunakan untuk menyimpan perhiasan, utamanya cincin dengan batu akik atau batu mulia.

Kotak cincin itu semakin menawan dengan aksesoris kaca pada bagian atas sehingga cincin yang tersimpan di dalamnya bisa dilihat secara jelas dari luar. Meski pekerjaan itu terbilang rumit, dalam dua hari, lima lelaki itu mampu membikin 20 buah kotak cincin berbagai ukuran.

Anif Effendi yang berambut gondrong itu, sejak setahun terakhir ini, banyak menerima order kotak perhiasan. "Selain dari Jombang, pesanan juga datang dari Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan," ujar lelaki pecinta musik cadas itu menjawab Surya di sela kesibukannya menyelesaikan order.

Anif mengaku gagasan bergerak pada kerajinan kotak perhiasan ini tidak lepas dari demam batu akik sejak 1,5 tahun terakhir. Para penghobi dan penggila batu akik dan permata tentu memiliki koleksi cukup banyak.

Satu orang penggila akik, sepengetahuan Anif, dipastikan memiliki sedikitnya sepuluh buah cincin bermata batu akik. Dengan demikian, tambah Anif, mereka membutuhkan wadah khusus untuk menyimpan batu aneka jenis dan warna tersebut.

Bagi kolektor batu akik sejati, perawatan terhadap batu akik, termasuk penyimpanan yang bagus, kian membuat batu akik berkilau dan menawan. Sebaliknya, batu akik akan cepat buram jika disimpan secara asal-asalan.

Peluang bisnis itu ditangkap dengan bagus oleh lelaki warga Dusun Corogo ini, yang dengan modal bisa dibilang pas-pasan kemudian membuat usaha kerajinan kotak perhiasan, utamanya cincin batu akik.

Produksi perdananya dilepas ke pasaran awal tahun lalu, ternyata mendapat sambutan positif dari penggila cincin batu akik. Kotak berbahan triplek dan beludru tersebut laris manis. Dari waktu ke waktu omzetnya terus meningkat, seiring dengan kian naiknya pamor batu akik.

Halaman
12
Tags
wirausaha
Penulis: Sutono
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved