Berita Mojokerto

Pembobolan BPBD Akan Menyeret Tersangka Lain

Selama Februari hingga April, tersangka tidak mengambil. Baru Mei 2014, tersangka kembali menjebol uang senilai Rp 234 juta.

Pembobolan BPBD Akan Menyeret Tersangka Lain
surya/anas miftakhudin
Tim dari Kejari Mojokerto saat menggelandang tersangka Joko Sukartika setelah diturunkan dari mobil untuk diperiksa di ruang Pidana Khusus (Pidsus), Senin (25/5/2015). 

SURYA.co.id| MOJOKERTO - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto yang memeriksa tersangka Joko Sukartika, Bendahara Rehabilitasi dan Rekonstruksi di BPBD Mojokerto yang membobol uang negara Rp 2,1 miliar dibuat kesal.

Kekesalan penyidik akibat tersangka tidak kooperatif dalam memberikan keterangan pascapenangkapan.

Dalam kasus pembobolan rekening Rekonstruksi dan Rehabilitasi diduga akan menyeret tersangka lain.

Karena saat mencairkan uang ke bank tidak hanya Joko saja, melainkan butuh tanda tangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang saat itu dijabat oleh Joni.

Apakah ada pihak lain yang terlibat kejaksaan masih belum bisa memastikan.

"Kami akan memeriksa Joko dan Joni. Apakah tanda tangannya asli atau dipalsukan. Kan harus ada bukti kuat," tandasnya.

Dana bencana yang disimpan di rekening Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto senilai Rp 10,7 miliar diketahui menguap awal Maret lalu senilai Rp 2,1 miliar.

Menguapnya dana sebanyak itu diduga kuat melibatkan beberapa pihak. Karena untuk mencairkan dana yang disimpan di Bank BRI Mojokerto tidak hanya dilakukan seorang.

Bahkan untuk mencairkan dana yang ada harus ada tanda tangan bendahara dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Dana Rp 10,7 miliar itu turun dari pusat sekitar Desember 2013 dan langsung dimasukkan rekening Rehabilitasi dan Rekonstruksi.

Halaman
12
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help