Berita Mojokerto

Pembobol Rekening BPBD Rp 2,1 Miliar Tak Kooperatif

"Kalau uang itu masih ada disimpan dimana dan kalau habis dipakai apa saja," tutur Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Mojokerto, Dinar Kripsiaji, Se

Pembobol Rekening BPBD Rp 2,1  Miliar Tak Kooperatif
surya/anas miftakhudin
Tim dari Kejari Mojokerto saat menggelandang tersangka Joko Sukartika setelah diturunkan dari mobil untuk diperiksa di ruang Pidana Khusus (Pidsus), Senin (25/5/2015). 

SURYA.co.id| MOJOKERTO - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto yang memeriksa tersangka Joko Sukartika, Bendahara Rehabilitasi dan Rekonstruksi di BPBD Mojokerto yang membobol uang negara Rp 2,1 miliar dibuat kesal.

Kekesalan penyidik akibat tersangka tidak kooperatif dalam memberikan keterangan pascapenangkapan.

Buronan ini disergap di rumah istri mudanya, TW di Dusun Peneleh, Desa Mojokarang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto saat minum kopi, Senin (25/6/2015).

Ketidakterbukaan tersangka itu saat dicecar penyidik terkait pertanyaan kemana saja uang Rp 2,1 miliar dipakai.

Tersangka hanya menjawab beberapa saja uang yang dipakai seperti membeli mobil Nissan March senilai Rp 150 juta yang kini dijadikan barang bukti.

"Kalau uang itu masih ada disimpan dimana dan kalau habis dipakai apa saja," tutur Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Mojokerto, Dinar Kripsiaji, Selasa (26/5).

Menurut Dinar, tersangka Joko diduga kuat masih merahasiakan uangnya.

Karena jumlah yang diembat tidak sedikit. Tengara uang tersangka masih banyak indikasinya, tersangka tiap hari bolak-balik dari Mojokerto-Gresik.

Di Gresik kata Dinar, Joko sengaja sembunyi dari pantauan petugas. Rumah mertua Joko di Perumahan Kranggan Permai sudah disanggong petugas.

"Makanya kami terus menguak dimana uangnya disimpan. Yang jelas, kami terus bekerja untuk mengungkap itu," tandasnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help