Berita Mojokerto

Ibu Rumah Tangga Dominasi Penderita HIV/Aids di Mojokerto

"Jumlahnya saat itu sebanyak 87 kasus dan data terakhir bulan Desember 2014 sebanyak 512 kasus.Tujuh tahun ini, kasusnya meningkat pesat dengan jumlah

Ibu Rumah Tangga Dominasi Penderita HIV/Aids di Mojokerto
antara/eric ireng
Tiga mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) mengenakan kostum berbahan kain tipis menutup seluruh tubuh, saat aksi Hari AIDS Se Dunia di Surabaya, Senin (1/12/2014). Aksi puluhan mahasiswa tersebut diwarnai pembagian pita merah kepada pemakai jalan, menyusul data Dinas Kesehatan Surabaya pada 2014, hingga bulan September tercatat 13 bayi dan 134 Ibu positif mengidap HIV/AIDS. 

SURYA.co.id| MOJOKERTO - Jumlah penderita HIV/Aids di Kabupaten Mojokerto cukup fantantastis karena
mencapai 512 orang.

Ironisnya dari jumlah penferita yang terjangkit virus mematikan itu sebanyak 51,4 persen didominasi oleh ibu rumah tangga.

Ibu rumah tangga yang tertular itu akibat suaminya suka jajan di luar. Beberapa waktu lalu, PSK yang diobrak Satpol PP di beberapa warung di Kabupaten Mojokerto diindikasikan 2 orang yang terjangkit HIV/Aids.

Ketua Pengelola Program KPA Kabupaten Mojokerto, Rina Yuniati, menjelaskan KPA Kabupaten Mojokerto berdiri sejak 2008.

"Jumlahnya saat itu sebanyak 87 kasus dan data terakhir bulan Desember 2014 sebanyak 512 kasus.Tujuh tahun ini, kasusnya meningkat pesat dengan jumlah tertinggi ibu rumah tangga disusul remaja," ujar Rina Yuniati, Minggu (24/5).

Menurut Rina, kasus meninggal dunia akibat terjangkut HIV/Aids idak sampai lima tahun, sedang balita sebanyak tiga kasus.

Data tersebut dari Dinas Kesehatan (Dinkes) yang dikeluarkan secara resmi dari dua klinik VCT, dua rumah sakit yakni RSUD Prof Dr Soekandar, Mojosari dan RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

"HIV itu virus yang diterima oleh tubuh manusia yang menyerang kekebalan tubuh. Sedangkan, AIDS adalah kumpulan penyakit, seseorang yang terjangkit HIV belum tentu AIDS tapi AIDS sudah tentu HIV," paparnya.

Rina menyebutkan, penularan HIV bisa disebabkan melalui empat cara masing-masing, air mani, lendir kelamin wanita atau cairan vagina, darah dan air susu ibu atau ASI.
1Menurutnya, perempuan lebih rentan tertular HIV karena sebagai penerima.

Di wilayah Jawa Timur, kasus remaja mengalami peningkatan dari pada ibu rumah tangga karena tingginya kasus kehamilan dan free Sex yang kini menjadi trend di lapangan remaja maupun pelajar.

"Pencegahannya sendiri, ada lima cara yakni berhenti dalam hubungan sex, setia pada satu pasangan, gunakan kondom, hindari penggunaan narkoba suntik dan pelajari penyebab serta pencegahan," tandasnya.

Fenomena HIV/Aids yang ada, ibarat gunung gunung es, karena yang terlihat hanya bagian luarnya. Bisa jadi dari 512 penderita yang tercatat, bisa tiga sampai lima kali lipat, mengingat masih belum banyak yang cek HIV/Aids.

Dalam penanganan HIV/Aids yang paling penting adalah masyarakat paham HIV/Aids. Yang paling rawan tertular yakni para pekerja seks, waria, gay dan yang paling rawan adalah jarum suntik yang dipakai bersama pengguna narkoba.

"Orang yang ada dalam HIV/Aids disarankan untuk rutin ke Klinik VCT setiap tiga bulan sekali untuk terapi obat," kata Rina.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved