Berita Mojokerto

Pengepul Fee Dapat Imbalan Proyek Mojokerto

"Pengepul fee sudah kami periksa dan mengakui semuanya. Bahkan kami juga menyita rekapan siapa saja yang setor fee pada pengepul itu," tutur Kapolres

Pengepul Fee Dapat Imbalan Proyek Mojokerto
Surya/sudarmawan
Proyek Pembangunan Jalan Usaha Tani Desa Rejosari, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun senilai Rp 139,5 juta yang dikerjakan CV Putra Mandiri Group mengalami keterlambatan penyelesaian pekerjaan, Rabu (3/9/2014).

SURYA.co.id| MOJOKERTO - Pengepul fee proyek program bantuan dekonsentrasi Jalan Usaha Tani (JUT) Rp 10 miliar di Dinas Pertanian (Disperta) Pemkab Mojokerto ternyata mendapat imbalan khusus.

Informasinya, imbalan yang diterima pengepul itu berupa proyek yang jumlahnya lebih dari dua paket dalam proyek JUT.

Terbongkarnya imbalan yang diterima itu setelah pengepul fee diperiksa penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Mojokerto, beberapa waktu lalu.

"Pengepul fee sudah kami periksa dan mengakui semuanya. Bahkan kami juga menyita rekapan siapa saja yang setor fee pada pengepul itu," tutur Kapolres Mojokerto AKBP Budhi Herdi Susianto, Jumat (22/5).

Ketika disinggung soal pengepul fee proyek mendapat keuntungan berapa persen selain paket pekerjaan yang ada? Kapolres enggan menyebut.

"Kami masih berusaha mengungkapnya. Penyidik terus bekerja untuk menguaknya," tuturnya.

Mantan Kapolresta Kediri, menjelaskan uang yang terkumpul Rp 1,4 miliar dari hasil pungutan disetorkan pada satu orang.

Namun siapa orang yang mendapat upeti atau hasil pungutan dari rekanan, kapolres masih merahasiakan.

"Kami terus mengerucutkan penyidikan. Kan penyidikan terus berlangsung. Kalau sudah ada rekan-rekan akan kami beritahu," paparnya.

Pemeriksaan dugaan penyalahgunaan program JUT ini akhirnya membongkar modus yang ada.

Halaman
12
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved