Karya Siswa SLB Datangkan Omzet Rp 10 Juta/Bulan

Pengelola hotel bintang tiga seperti Hotel Dewarna serta Hotel dan Resto Griya MCM juga memesan karya siswa SLB.

Karya Siswa SLB Datangkan Omzet Rp 10 Juta/Bulan
surya/iksan fauzi
SISWA TRAMPIL - Seorang siswa SLB Putra Harapan sedang menjahit sandal untuk pesanan hotel di Bengkel Mandiri, Selasa (5/5/2015). 

SURYA.CO.ID | BOJONEGORO - Tingginya kualitas sebuah karya tidak bergantung pada kesempurnaan manusia memiliki organ tubuh. Buktinya, karya para siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB) Putra Harapan Jl Rajekwesi Kabupaten Bojonegoro bisa dijual ke hotel bintang tiga.

Selasa (5/5/2015), menjelang siang, di sebuah ruang ketrampilan di SLB Putra Harapan, lima siswa sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang sibuk menjahit kain menggunakan mesin jahit, mendesain gambar, dan ada juga yang memotong kain.

Tak ada suara seperti pada umumnya orang yang memiliki organ tubuh lengkap yang selalu ramai bicara. Semua siswa di sana kosentrasi mengerjakan sesuatu. Karya yang sudah dihasilkan, antara lain, bet sekolah, tutup galon dari kain yang diberi tambahan perhiasan, sandal hotel, kop surat, sablon map, serta gantungan kunci.

Beberapa guru perempuan sesekali terlihat mengajari para siswa. Ruang itu dipenuhi peralatan ketrampilan dan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat berbagai produk. Bahan kain dan kertas mendominasi.

Etalase yang di dalamnya berisi kertas dan map bertuliskan beberapa nama instansi dan hotel terkenal di Bojoenegoro ada di tengah ruang, seolah menyekat tempat kerja mereka. Berbagai karya pun terlihat di atas meja dan etalase.

Kepala SLB Putra Harapan, Supri (53), menamai ruang itu sebagai Bengkel Mandiri. Bengkel tempat aktifitas para siswa berkarya untuk menghasilkan karya dan uang. Dari bengkel itulah, karya-karya siswa bisa dinikmati banyak kalangan. Banyak instansi memesan kop surat dan sablon map di sana.

Pengelola hotel bintang tiga seperti Hotel Dewarna serta Hotel dan Resto Griya MCM juga memesan karya siswa itu. Kebanyakan, pihak hotel memesan sandal, kop surat, dan sablon kotak nasi. Khusus sandal, setiap bulan, 4.000 pasang yang dikirim ke kedua hotel itu.

Harganya juga relatif murah, hanya Rp 2.500 per pasang. Sedangkan berbagai souvenir, di antaranya, hantaran penganten dipesan oleh beberapa toko souvenir. “Rencananya, dalam waktu dekat kami kerjasama dengan pengelola Hotel Aston dan Guets House untuk memenuhi kebutuhan tamu hotel,” papar Supri.

Menurut Supri, kualitas karya siswa ini tak kalah dibanding karya orang dewasa pada umumnya, bahkan kualitasnya bisa lebih bagus karya siswanya. Ketika Surya memperhatikan jahitan siswa di sana memang rapi dan rapat.

Omset penjualan karya siswa SLB mencapai Rp 10 juta per bulan. Hanya tujuh siswa yang bergelut di bengkel itu untuk menghasilkan karya. Pihak sekolah menerapkan usaha profesional, siswa yang bekerja diberi honor antara Rp 300.000-Rp 400.000 per bulan.

Halaman
12
Tags
SLB
Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved