Berita Magetan

Penambang Liar di Magetan Marak, Satpol PP Tantang Bekingnya

"Kami tidak pandang siapa dibelakang usaha penambangan sirtu ini, tapi yang jelas ini melanggar peraturan perundanga

Penambang Liar di Magetan Marak, Satpol PP Tantang Bekingnya
Surya/Doni Prasetyo
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Kasat Pol PP Pemkab) Magetan Chanif Tri Wahyudi pimpin langsung penutupan delapan penambangan pasir dan batu (Sirtu) di enam wilayah kecamatan, Kabupaten Magetan, Selasa (28/4). 

SURYA.co.id| MAGETAN - Penambang pasir ilegal di Magetan kian marak.

Maraknya penambang pasir liar itu membuat lingkungan sekitar rusak.

Kepala satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten (Kasat Pol PP Pemkab) Magetan Chanif Tri Wahyudi merasa geram dengan ulah pengusaha penambangan pasir dan batu (sirtu) yang beroperasi secara liar dan tidak mengindahkan lingkungan.

"Kami tidak pandang siapa dibelakang usaha penambangan sirtu ini, tapi yang jelas ini melanggar peraturan perundangan, karena tidak dilengkapi perizinan alias liar. Siapa pun pemiliknya atau backing kita tutup,"kata Kasat Pol PP Chanif Tri Wahyudi kepada Surya, seusai memimpin razia itu, Selasa (28/4).

Informasi ada penambangan yang dimiliki Wakil Bupati Magetan Samsi, rupanya Kasat Pol PP yang baru menjabat kurang lebih satu bulan ini, tidak bergeming mendengar adanya informasi itu, malah mantan Camat Poncol dan Panekan ini bertekad menunjukan tidak ada tembang pilih dalam penutupan penambangan sirtu liar itu.

"Tekad kita semua lokasi tambang sirtu di Kabupaten Magetan liar, harus ditutup. Karena dampak penambangan itu selain merusak fasilitas umum berupa jalan kabupaten maupun provinsi, juga lingkungan,"kata Chanif.

Kedelapan penambangan sirtu liar yang berada di tujuh wilayah kecamatan itu, baru berhasil ditutup enam penambangan di lima wilayah kecamatan.

Dua yang berada di wilayah Kecamatan Plaosan dan Sukomoro,informsinya milik Wabup Magetan Samsi, belum berhasil di tutup karena terhalang hujan.

"Sebenarnya tadi mau langsung ke Sukomoro, setelah dari wilayah Kecamatan Karas. Tapi karena terhalang hujan lebat, demi menjaga keselamatan anggota, razia penutupan tambang kita sudahi,"jelas pria bertubuh tinggi besar ini.

Dalam razia penutupan penambangan sirtu liar itu, Kasat Pol PP mengajak seluruh pejabat terkait seperi dari dari Badan Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, Sumber Daya Alam Pemkab Magetan, dan Dinas Perhubungan.

Kedelapan wilayah kecamatan yang masuk target operasi penutupan kegiatan penambangan sirtu liar itu yakni Kecamatan Parang, Lembeyan, Karangrejo, Karas, Untoronadi, Sukomoro dan Plaosan.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved