Surya/

Kesehatan

Duuh, Bidan Sekarang Kok Manja-manja, Ya?

#SURABAYA - Duuh, bidan sekarang itu manja-manja. Ada yang saya pernah dengar itu mau jadi bidan biar kaya, banyak duit. Itu pemikiran yang salah.

Duuh, Bidan Sekarang Kok Manja-manja, Ya?
SURYA.co.id - Habibur Rohman
DERAJAT KESEHATAN IBU HAMIL - Antrian ibu hamil pada penyuluhan, pemeriksaan dan imunisasi yang diselenggarakan Mahasiswa Unitomo Surabaya, Selasa (28/4/2015). Acara yang diselenggarakan secara gratis ini untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil dan anak yang dikandungnya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Angka Kematian Ibu (AKI) seolah-olah tidak ada habisnya. Bahkan semakin tahun semakin bertambah, tidak berkurang.

Hal ini diakui oleh bidan di puskesmas Sidotopo, Istiqomah, S St M Kes. Ia mengatakan AKI terjadi karena pendarahan ketika proses melahirkan.

“AKI yang tidak bisa dicegah, dan penyebab utamanya ketika pada waktu melahirkan. Apalagi kalau melahirkan di bidan, trus bidannya tidak mempunyai skill yang mumpuni,” ujarnya sesaat setelah melakukan pemeriksaan ibu hamil yang diadakan oleh Akademi Kebidanan, Universitas Dr Soetomo (Unitomo), Selasa (28/4/2015).

Dalam hal ini, ia pun menegaskan untuk para calon bidan yang saat ini masih dalam proses pembelajaran. Diakuinya, banyak bidan yang masih kurang paham dalam menangani ibu hamil.

“Duuh, bidan sekarang itu manja-manja. Ada yang saya pernah dengar itu mau jadi bidan biar kaya, banyak duit. Itu pemikiran yang salah. Dan harus dibenarkan. Kalau seperti itu ya jangan jadi bidan,” tegasnya.

Ia menambahkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang bidan, yakni skill (kemampuan), sumber daya manusia (sdm), dan pendidikan. Ketiga hal itu akan mempengaruhi kerja seorang bidan.

“Kerjanya mulia loh bidan itu, sewaktu bayi keluar yang pertama dilihat bayi itu bukan ibunya tapi bidan. Nah dari situ kami berusaha agar seorang bidan bisa mengembangkan skill-nya untuk membantu mengurangi AKI,” papar Istoqomah.

Ia juga berharap semua bidan mampu bekerja hingga 83%. Karena menurutnya sampai saat ini bidan belum bisa mencapai target itu.

Dalam sosialisasi terhadap ibu hamil ini, juga merupakan kesempatan yang bagus untuk memberikan penyuluhan kepada ibu hamil agar mau memeriksakan kandungannya secara rutin. Kesadaran ibu di Jawa Timur untuk memeriksakan kehamilannya masih rendah.

Tidak adanya keluhan ketika mengandung menjadi salah satu latar belakang. Banyak di antara ibu hamil menganggap proses kehamilannya pasti akan berjalan normal, dan pemeriksaan cukup dilakukan mendekati persalinan.

Halaman
12
Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help