Berita Mojokerto

Pedagang Apriori Konsep Pasar Kliwon Jadi Pasar Syariah Modern

#MOJOKERTO - Menurut wali kota, konsep pasar tradisional tidak akan dapat meramaikan Pasar Kliwon kendati sudah direhab hingga menelan dana besar.

Pedagang Apriori Konsep Pasar Kliwon Jadi Pasar Syariah Modern
antara
Ilustrasi pedagang daging di pasar tradisional. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Para pedagang Pasar Kliwon di Kota Mojokerto cenderung apriori terhadap konsep Pasar Syariah yang dicanangkan Wali Kota Mas'ud Yunus.

Padahal, untuk merehabilitasi dan menghidupkan pasar yang kini kondisinya sepi itu menelan biaya Rp 2,2 miliar.

Pedagang beramsumsi, rencana mengubah Pasar Kliwon menjadi Pasar Syariah itu menyulitkan karena harus menjalankan teori bagi hasil dengan Pemkot Mojokerto.

Mereka tidak yakin, konsep itu tak banyak mengubah kondisi pasar yang kini lagi sepi.

"Konsep Pasar Syariah malah bikin kami rugi karena harus bagi hasil dengan pemkot atau yang lain. Setiap hari bisa untung saja sudah bagus, kok," kata Khoirul, seorang pedagang, Sabtu (25/4/2015).

Menurut Khoirul, rehabilitasi pasar tradisional menjadi pasar modern tidak bisa mengembalikan kejayaan Pasar Kliwon di era tahun 1990an.

Kondisi pasar yang terletak di jantung kota ini sudah sangat sepi. "Sangat jarang ada pembeli mau datang ke sini," ungkapnya.

Berdasarkan pengamatan di lokasi, sejumlah los di pasar dua lantai itu banyak yang tutup. Beberapa sudut pasar, banyak dipakai tidur siang oleh penghuni.

Sejumlah pedagang menyarankan, jika wali kota ingin mengubah pasar, jangan menggunakan metode syariah tapi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang memenuhi Jalan Niaga dimasukkan ke pasar.

"Kalau mau pasar ini ramai, masukkan seluruh PKL di Jalan Niaga. Saya yakin para pembeli akan datang sendiri," katanya.

Halaman
12
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help