Surya/

Demam Batu Akik

Batu Akik Asal Aceh Banyak Diburu

Banyak jenis batu yang dibawa ke Korea. Apalagi saat itu semua orang dari seluruh dunia boleh keluar masuk ke Aceh

Batu Akik Asal Aceh Banyak Diburu
surya/didik mashudi
AKIK MAHAL - Cektar memperlihatkan batu bahan akik biosolar yang laris diburu pembeli, Minggu (12/4/2015). 

SURYA.CO.ID | KEDIRI - Demam batu akik melanda berbagai daerah di Indonesia. Tak heran saat digelar pameran dan kontes batu akik di GOR Jayabaya, Kota Kediri, Minggu (12/4/2015), ribuan orang datang berjubel melihat.

Perajin, penjual dan kolektor batu akik dari berbagai daerah, ngumpul di Kota Kediri. Para pecinta akik mania ini selain menghadiri kontes batu akik, juga mencari bahan batu akik paling berkualitas.

Pada stan pameran digelar koleksi bahan batu akik asal Pacitan, Tulungagung, Aceh, Madura dan Kalimantan. Sementara bahan baku batu akik dari Kediri juga ditampilkan batu akik asal lereng Gunung Kelud dan Gunung Klotok.

Namun di antara puluhan stan pameran yang paling ramai didatangi pengunjung adalah stan asal Aceh. Cektar (50), pemilik stan, membawa berbagai jenis batu akik asal Serambi Mekah.

Ada batu Kecubung Ulung, Indogres, Belimbing Extra Joos, Pucuk Pisang, Biosolar, Black Jade, Lavender dan Nefrid. Karena banyak diserbu pembeli Cektar mengaku mendapatkan untung besar.

Sejak membuka stan pameran empat hari silam, setiap hari mampu menjual bahan batu akik dengan transaksi belasan sampai puluhan juta. "Yang termurah 1 kg seharga Rp 1 juta, koleksi menengah biosolar seharga Rp 4,5 juta per kg. Koleksi termahal Indogres harganya Rp 60 juta per kg," ungkapnya.

Bahan batu akik asal Aceh sudah banyak dikenal di seluruh dunia. Malahan perajin batu akik asal Thailand juga mengambil bahan baku dari Aceh, termasuk perajin batu akik asal Tiongkok dan Korea.

Menurut Cektar, batu akik asal Aceh mulai dikenal pasca bencana tsunami. Kandungan batu akik itu diketahui setelah relawan asal Korea banyak membawa batu akik ke Korea.

Belakangan masyarakat mengetahui karena batu yang dibawa orang Korea pada malam hari menyala saat terkena sorot lampu. Dari temuan itu kemudian masyarakat baru tahu jika batu yang dibawa orang Korea ternyata batu mulia.

"Banyak jenis batu yang dibawa ke Korea. Apalagi saat itu semua orang dari seluruh dunia boleh keluar masuk ke Aceh," ungkapnya.

Halaman
12
Tags
batu akik
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help