Berita Malang Raya

Tenun Kediri Marakkan Pameran Tenun Hotel Tugu Kota Malang

Sejumlah tenun dari daerah seperti Bali, Lombok, Jepara, dan Jogja selalu menghiasi pameran tersebut.

SURYA.co.id | MALANG – Pameran tenun, batik dan perhiasan di Hotel Tugu Malang kini kedatangan tenun Kediri. Pameran tahunan di Hotel Tugu tersebut memamerkan sejumlah kekayaan budaya, seperti, tenun batik dan perhiasan etnik.

Sejumlah tenun dari daerah seperti Bali, Lombok, Jepara, dan Jogja selalu menghiasi pameran tersebut. Namun, tahun ini tenun Kediri hadir meramaikan pameran.

Tenun Kediri bertekstur padat, rapi dan tipis. Masyarakat Banjar kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri menenun dengan corak modern bernuansa alam. Untuk membuat satu lembar tenun Kediri dibutuhkan waktu sekitar tiga hari.

Excecutive Asistant Manager hotel Tugu, Crecentia Harivi Dyanti menjelaskan bahwa dengan adanya pameran ini, diharapkan dapat membantu pemasaran pengrajin lokal yang selama ini belum cukup dikenal karyanya.

“Saya menemukan tenun Kediri ini juga dari blusukan saat jalan-jalan, harganya masih tergolong murah dari pada tenun yang lain,” jelasnya.

Tenun Kediri dijual dengan kisaran Rp 300.000-400.000. Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap tenun ini membuat sejumlah perajin tidak rutin memproduksi tenun.
“Mereka takut tidak laku, hanya ada satu pengrajin yang konsisten membuat tenun ini. Saya hanya berhasil membawa 20 tenunan dari Kediri,” jelas Crecentia.

Pameran yang digelar mulai 11 April - 25 april ini merupakan bentuk pengenalan kekayaan budaya Indonesia. Sebanyak 14 perajin dengan 1217 kain tenun dan batik serta 478 perhiasan dipamerkan.

Selain tenun Kediri, tenun termahal berasal dari Lombok. Tenun tersebut berukuran 4 x 3 meter dengan corak khas adat Lombok dijual dengan harga 1,2 juta.

“Ada batik tulis yang langka juga dijual dengan harga mencapai 12 juta,” jelas Crecenia.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help