Sangkar Perkutut Ukiran Naga Paling Laris

Bagi orang yang sudah mapan secara ekonomi dan strata sosial, perkutut akan melengkapi keindahan rumahnya.

Sangkar Perkutut Ukiran Naga Paling Laris
surya/ahmad faisol
SANGKAR MAHAL - Sangkar perkutut hasil karya H Rasidi beragam motif siap dikirim ke sejumlah kawasan di Jawa Barat, Jakarta, Malang, dan Sidoarjo, Rabu (8/4/2015). 

SURYA.CO.ID | BANGKALAN - Burung perkutut bagi sebagian warga Jawa menjadi simbol kemapanan selain rumah, kuda, dan keris. Perkutut, sangkarnya pun dibuatkan seanggun mungkin dengan aneka ukiran.

Dari sekian ragam ukiran sangkar perkutut seperti topeng, ganesha, barong, dan wayang hanoman, motif naga menjadi favorit para pemesan. Kebanyakan pecinta perkutut meyakini ukiran naga akan menambah sangkar semakin gagah.

"Di urutan pertama yang paling banyak dipesan memang ukiran bermotif naga, disusul motif ukiran topeng," ungkap perajin sangkar burung perkutut H Rasidi (46), warga Kampung Lembung, Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Rabu (8/4/2015).

Motif ukiran naga menjadi ciri khas karya H Rasidi. Guratan di setiap lekuk tubuh naga detail terlihat. Seolah menegaskan bahwa karya pria dengan tiga anak itu memang layak mendapat apresiasi dari pelanggannya.

"Saya tidak tahu mengapa banyak pesanan sangkar perkutut bermotif naga. Ternyata pemesan atau pelanggan percaya atas karya (ukir) ini dan menjadi ciri khas," terang H Rasidi.

Untuk ukiran relief naga harganya lebih mahal daripada menggunakan airbrush yang warnanya lebih cerah. Butuh keuletan dan kesabaran saat proses pemberian warna karena menggunakan kuas.

"Saat proses pewarnaan dengan kuas, saya sering pasrahkan sama istri. Kalau dengan airbrush kan tinggal semprot saja. Saya bagian ngukir saja dan garap proses lainnya," paparnya.

Dari puluhan sangkar perkutut yang siap kirim, motif relief naga memang mencolok dari motif lainya. Mulai dari bagian mahkota, gentong, dan kaki menggambarkan kegagahan.

Bahkan di bagian penampung kotoron yang berbentuk bulat, bagian luarnya masih diberi relief naga. Hal itu nampak jelas ketika sangkar di lihat dari bawah dalam posisi tergantung.

H Rasidi yang mulai menggeluti seni ukir sangkar perkutut sejak Tahun 1987 itu mengaku, proses pembuatan relief naga membutuhkan waktu lebih lama karena tingkat kerumitannya tinggi.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved