Berita Gresik

Pemkab Gresik Lebarkan Jalan Alternatif untuk Pecah Kemacetan

Menurut Bupati Gresik, rencananya jalan sepanjang 6,2 Km tersebut akan diaspal dan dilebarkan sampai 8 meter.

Pemkab Gresik Lebarkan Jalan Alternatif untuk Pecah Kemacetan
SURYA.co.id/Moch Sugiyono
KAPAN BERES? – Jalan alternatif penghubung dua kelurahan di Kecamatan Kebomas, dekat Makam Putri Cempo, nyaris putus, Minggu (8/3/2015). Jalan yang longsor sejak tahun lalu ini sampai sekarang masih menunggu lelang karena dibutuhkan penyangga tebing agar tidak longsor lagi. 

SURYA.co.id I GRESIK - Pemerintah Kabupatan Gresik berencana melebarkan jalan alternatif dari Dusun Betiring Desa, Banjarsari, Kecamatan Cerme sampai Jl Mayjend Sungkono, Kecamatan Kebomas.

Tujuannya, memecah kemacetan di sepanjang Jl Dr Wahidin Sudirohusodo dari Terminal Bunder sampai Jl RA Kartini, Kecamatan Kebomas.

Keseriusan itu ditunjukan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto ketika meninjau jalan tersebut bersama Sekda Gresik M Nadjib, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bambang Isdianto, Kepala Bappeda Gresik Tugas Husni Syarwanto, Senin (6/4/2015).

Menurut Sambari, rencananya jalan sepanjang 6,2 Km tersebut akan diaspal dan dilebarkan sampai 8 meter. "Lebar jalannya 6 meter sedangkan badan jalan kanan dan kiri jalan masing-masing satu meter," kata Sambari.

Sambari menambahkan pentingnya pembangunan jalan tersebut untuk mengurangi kepadatan jalan di perkotaan yaitu Jl Dr Wahidin Sudirohusodo.

Selain itu, pembangunan jalan tersebut untuk peningkatan perekonomian masyarakat.

Jalan yang akan dilebarkan ini melintasi dua Desa yaitu Dusun Betiring, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, sampai Desa Kedanyang dan Desa Prambangan keduanya di Kecamatan Kebomas dan keluar melalui jembatan tol kemudian turun di Jl Mayjend Sungkono.

Jalan tersebut ditingkatkan dalam proyek jalan poros desa dengan konstruksi paving blok selebar 3 meter.

Ketika ditanyakan kapan pembangunan jalan dimulai, Sekda Gresik, Nadjib, menyatakan, pelaksanaannya segera dimulai.

“Kalau bisa tahun 2015 ini bisa dimulai. Saya kira tidak ada kendala apa-apa karena lahannya siap. Lahan dalam pelebaran jalan ini kebanyakan lahan milik negara dan tidak ada masalah," kata Nadjib.

Atas rencana pelebaran jalan tersebut disambut baik warga sekitar. Kebanyakan warga mengatakan setuju sebab selama ini jalan tersebut dilintasi pengguna jalan. “Bagus pak, saya setuju,” kata Samidi warga Dusun Betiring.

Pendapat yang sama disampaikan oleh Alfia yang mengaku warga benjeng dan kebetulan melintas dijalan tersebut dengan motornya. “Asyik pak, saya mendukung bapak kalau jalan ini lebar dan bagus, karena setiap hari lewat sini” kata Alfia.

Penulis: Sugiyono
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help