Kau Punya Nyali Terima Tantangan #BukuBerjalan?

buat hidup lebih hidup dengan menerima tantangan #BukuBerjalan ini! Berani bro?

Sandi Iswahyudi
Mahasiswa Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang
@SandiIswahyudi

TANTANGAN  #BukuBerjalan. Itu gerakan menantang generasi muda untuk mau, memaksa diri, hingga cinta terhadap buku, dan menyebarkannya kepada orang lain. Ide tersebut penulis sampaikan kepada dokter Gamal Albinsaid, pemrakarsa Klinik Asuransi Sampah di Malang. Luar biasa bila manusia supersibuk itu bahkan bersedia terjun langsung ke lapangan.

 

Sistemnya, dalam waktu dua minggu penantang harus membaca buku, meresensi, mengirimkan ke media, dan melaporkannya ke penerbit. Setelah itu, hadiah dari penerbit berupa buku sebagian untuk pribadi, sebagian untuk orang lain.

 

Buku-buku tersebut bisa diberikan ke panti asuhan, taman baca, atau diteruskan ke orang lain dengan tantangan serupa. Semua proses ini harus didokumentasikan lewat tulisan dan foto di medsos. Gerakan ini bertujuan untuk menghasilkan generasi yang cinta menulis dan buku. Generasi yang menjadikan buku sebagai gaya hidup, kebutuhan, dan bagian dari perjuangan mencerdaskan bangsa.

 

Sepertinya mudah. Namun sebenarnya cukup berat. Utamanya bagi yang belum terbiasa dengan buku,  memaksakan diri membaca sampai habis, merensesi, mengirimkan ke media, hingga membagikan hasil jerih payahnya.

 

Kuncinya, jangan melihat beratnya proses yang akan dilewati. Tapi harus melihat seberapa besar manfaat yang didapatkan ketika menjadi resensor. Mulai dari segi materi, personal branding, hingga menjadi pejuang virus penyebar buku. Selain, ketentraman dan ketenangan hati tak bisa dibeli dengan uang, melainkan kebermanfaatannya bagi orang lain.

 

Tahukan bagaimana tingkat minat baca generasi muda kita? Padahal kata Milan Kundera, penulis asal Ceko,  jika ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradaban, hancurkan buku-bukunya. Maka, pastilah bangsa itu akan musnah!

 

Nah, tantangan #BukuBerjalan ini dibuka mulai Jumat (3/4), diisi dengan training resensi dan penjelasan jangka panjang berupa pembentukan taman baca masyarakat di Malang. Dengan impian besar ini, penantang akan memiliki energi untuk konsisten meresensi.

 

Kami, sembilan anak muda bersiap menjadi pejuang virus buku. Kami yakin, tidak akan sia-sia karena akan berdampak luar biasa bagi negeri ini. Apakah Anda cukup bernyali menerima tantangan ini?  

 


Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved