Berita Magetan

Ini Hasil Maklumat Perang Melawan Arak Jowo di Magetan

Kapolres Magetan AKBP Johanson Ronald Simamora menyatakan perang terhadap minuman keras jenis arak Jowo (Arjo) dan oplosan.

Ini Hasil Maklumat Perang Melawan Arak Jowo di Magetan
SURYA.co.id - Doni Prasetyo
Personil Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Magetan membawa minuman keras arak jowo (miras arjo) dari warung Vidya Purnama, warga Desa Sampung, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. 

SURYA.co.id | MAGETAN - Kapolres Magetan AKBP Johanson Ronald Simamora sejak beberapa waktu lalu mengeluarkan maklumat perang melawan minuman keras jenis arak Jowo (Arjo) dan oplosan.

Ia memerintahkan seluruh satuan di Polres Magetan mencari produsen dan penjual miras arjo. Karena itu, antara satuan di Polres Magetan saat ini seperti berlomba mencari dan menangkap pembuat dan pengedar miras arjo itu.

Belum lama ini, Satuan Sabhara yang dipimpin Kasat AKP Supriyono mengungkap penjual miras arjo sekitar 100 liter, salah satunya di Netral Karaoke, yang selama ini selalu lolos karena diduga rencana razia bocor dulu.

Kini, giliran Satuan Reserse Norkoba pimpinan AKP Sini menyita 390 liter arjo dalam 13 jeriken. Setiap jeriken berisi 30 liter. Bukti itu dari warung miras milik Vidya Purnama, warga Desa Sampung, Kecamatan Kawedanan.

Ke-13 jeriken itu ditemukan saat personil Satreskoba menggeledah rumah sekaligus warung Vidya Purnama.

"Miras ini pemicu tindak kriminalisasi. Kecuali itu, miras juga menjadi larangan semua agama karena bisa hilang akal dan kesehatan lingkungan. Akibatnya, tersangka dijerat dengan pasal 2, STBT No.337," kata Kapolres Magetan AKBP Johanson Ronald Simamora didampingi Kasubbag Humas Polres Magetsn AKP Suwadi kepada Surya, Sabtu (4/4/2015).

Selain Polisi, lanjut Kapolres, masyarakat dari semua lapisan turut bertanggung jawab terhadap peredaran miras arjo di Magetan.

"Kami akan memproses hukum bagi warga yang terlibat memproduksi dan penjual miras. Begitu pula kalau ada backingnya," katanya.

Pembuat dan pengedar arjo bisa terancam hukuman penjara paling singkat tiga bulan dan denda sesuai kadar kesalahan.

Meski Satreskoba Polres Magetan sudah menangkap penjual dan menyita 390 liter arjo, faktanya sampai saat ini belum bisa menangkap bandar dan pengedar narkoba khususnya sabu-sabu. Selama ini Satreskoba baru bisa menangkap pemakai, sedangkan pengedar dan bandarnya selalu dikatakan putus.

Misalnya, penangkapan juragan sapi Kuswanto, warga Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan yang merupakan pemain lama juga belum bisa diketahui penjualnya.

Kuswanto yang ditangkap bersama para perempuan seksi itu lantas diizinkan masuk rumah sakit. "Untuk Pak Kuswanto, sudah tinggal dilimpahkan ke Kejaksaan dan disidangkan," kata Kasat Reskoba AKP Sini.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved