Produsen Radio Kayu

Roka Mulai Digandeng Reseller Luar Kota

Untuk bisa mendapatkan radio kayu Roka pembeli harus bersabar menunggu proses produksi sekitar satu minggu.

SURYA.CO.ID | MALANG - Bermula dari keinginan memiliki Radio Kayu (Roka) yang tenar untuk dijual di pasar ekspor, Aldila Faradiky, akhirnya menjadi produsen Roka. Pemuda 27 tahun itu kini mulai mendapat pembeli, bahkan sudah ada beberapa reseller dari luar kota yang selalu memesan Roka buatannya yang diberi merek Roka.

Aktivitas membuat Roka sebenarnya baru ditekuni Aldila enam bulan lalu. Aktivitas yang kini mendatangkan pendapatan yang bisa dibilang berasal dari 'dendam' memiliki sebuah Roka yang tak segera tercapai.

"Saya tertarik dengan produk radio kayu merek Magno. Produk ini buatan Temanggung tapi hanya dijual ekspor jadi harganya mahal, dua-tiga jutaan. Karena tidak mampu beli saya coba buat sendiri," kata Aldila saat ditemui di rumahnya, Jalan Kepuh gang IX, Sukun Kota Malang.

Radio kayu yang diincar dan kini diproduksi Aldila adalah sebuah bentuk radio yang fisik bagian luarnya terbuat dari bahan kayu. Komponen elektronik radio ini sama dengan komponen radio pada umumnya. Karena terbuat dari bahan kayu, tampilan radio handmade itu tentunya menjadi lebih unik dan lebih artistik.

Saat mulai mencoba membuat sendiri, Aldila bertanya dan berguru pada seorang tukang kayu guna mengetahui cara mengolah kayu yang benar.

"Saya sebelumnya tidak pernah otak-atik kayu sama sekali, kebetulan ada tukang kayu yang biasa membantu di rumah, dia juga pernah kerja di industri pembuatan furniture," paparnya.

Setelah mencoba-coba beberapa bulan, pria yang menekuni profesi sebagai fotografer itu akhirnya mampu membuat radio kayu sendiri. Ia juga mulai menggali bentuk dan desain radio kayu yang diingini.

Puas dengan radio kayu buatan sendiri, Aldila lalu iseng mencoba menjual radio kayu buatannya. Ia menawarkan produknya secara online. Mulai dari forum kaskus hingga beberapa jejaring sosial ia manfaatkan untuk menawarkan radio kayu. Ternyata peminatnya lumayan banyak.

"Awalnya banyak yang tanya-tanya, ngobrol, sampai akhirnya mulai ada yang mau pesan, lumayan ternyata bisa laku juga," kisah sulung dari dua bersaudara itu.

Semua pesanan dikerjakan sendiri oleh Aldila. Mulai dari proses memilah kayu, memotong dan membentuk fisik radio sesuai pola, menghaluskan, memberi cat pernis hingga merangkaikan komponen radio pada fisik kayu.

Halaman
123
Penulis: Dyan Rekohadi
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved