Berlian-berlian dari Sampah

dari sampah yang menjijikan, berbau, dan kotor itulah lahir berlian-berlian yang luar biasa berharga...

Berlian-berlian dari Sampah
Sandi Iswahyudi

Sandi Iswahyudi
Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang
@SandiIswahyudi

TAHUKAN bagaimana rupa sampah itu? Busuk, kotor, sarang penyakit, banyak hewan-hewan kecil yang menjijikkan, dan berjamur. Itulah aneka rupa sampah yang digeluti para pegiat sampah. Kami, para pegiat sampah di Kota Malang ini 'mengenal' sampah sejak 16 Maret 2015. Toh, tetap saja kadang masih ingin muntah saat mengambil, mengantar, memilah, dan menjual sampah warga. 

 

Namun hal ini tak menyurutkan niat kami untuk tetap terlibat mengelola sampah. Sebab dari sampah-sampah yang sebagian besar dipandang rendah ini, lewat Klinik Asuransi Sampah, nilai jualnya disulap menjadi berharga seperti berlian. Lewat klinik yang diprakarsai dokter Gamal Albinsaid, CEO Indonesia Medika ini menjadikan sampah bermanfaat untuk menjaga perekonomian serta kesehatan warga.

 

Terbukti saat penelitian dari 16-27 Maret 2015 silam melibatkan sampel 50 dari 200 anggota yang terdaftar. Semuanya merasa terbantu dan bersyukur dengan adanya klinik ini. Apalagi pelayanan yang diberikan maksimal dan baik. “Saya sangat bersyukur dengan adanya klinik ini. Jadi bisa membantu perekonomian keluarga dan mendapatkan kesehatan dengan hanya membayar sampah. Semoga klinik ini terus ada di sini,” ucap salah satu anggota klinik asuransi sampah.

 

Bagi kami, bergelut dengan sampah ini tak ubahnya bagai kuliah riil di lapangan. Bagaimana masyarakat kecil tidak lagi melihat kami dari kampus mana, tapi bisa merasakan kemanfaatan yang kami ulurkan. Selain itu, sejak kami bersahabat dengan sampah. Kami menemukan bahwa banyak hal besar: peluang, sahabat, esensi agen perubahan, perjuangan, senyum dan pancaran tulus warga, serta bagaimana menjadi beda, yang semuanya terjadi hanya dari sampah.

 

Berdamai dengan sampah, itu istilah Hari, Ketua Tim Klinik Asuransi Sampah, “senang dan damai dengan apa yang saya lakukan saat ini. Bisa melihat, menyentuh, dan membantu warga mendapatkan pelayanan kesehatan." Tidak sekadar bergelut dengan sampah, pegiat sampah juga turun tangan memboyong mereka yang sudah tidak sanggup berjalan ke klinik mencari kesembuhan. Seperti yang dilakukan Hari, beberapa kali mengantar jemput lansia dengan sepeda motornya untuk berobat ke klinik.

 

"Hanya ucapan terima kasih nak. Sederhana memang, namun sungguh membuat damai dan itu tidak bisa dibeli dengan uang," kisahnya.

 

Inilah langkah kecil kami menjadi bagian dari perubahan ini!

 


 

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved