Fitri Tetap Setia pada Tenun Ikat Bandar

Bank Indonesia memberikan bantuan berupa 139 alat tenun bukan mesin.

Fitri Tetap Setia pada Tenun Ikat Bandar
surya/didik mashudi
CINTA INDONESIA - Fitri perajin tenun ikat khas Kota Kediri yang berparas cantik asyik melakukan aktifitas membuat kain tenun, Jumat (27/3/2015). 

SURYA.CO.ID | KEDIRI - Biasanya wanita cantik memilih pekerjaan yang bergengsi, seperti model, pegawai bank atau publik relation. Namun Fitri, wanita cantik ini justru memilih menjadi perajin tenun ikat.

Fitri tampil menjadi model perajin tenun ikat yang digelar pada acara pencanangan Kampung Industri Tenun Ikat Bandar Kidul, Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (27/3/2015).

Selain cantik, Fitri juga telah mahir untuk mengoperasikan alat tenun bukan mesin (ATBM). Peralatan tradisional itu sepertinya sudah sangat dikuasainya sehingga dengan tangan lembutnya dalam sehari dapat menghasilkan kain tenun ikat.

Saat ini Fitri masih berstatus sebagai mahasiswa salah satu PTS di Kota Kediri. Kecantikan Fitri sempat memesona ratusan undangan yang hadir pada acara yang dihadiri pejabat Pemkot Kediri, pimpinan kantor perbankan dan DR Hendar, Deputi Bank Indonesia (BI).

Fitri mengaku sejak remaja sudah mulai belajar untuk menenun sendiri. Terlebih keluarganya berasal dari perajin tenun ikat yang menjadi produk unggulan khas Kota Kediri. Hasil karyanya sudah sangat banyak, seperti kain batik tenun ikat dan kain sarung tenun khas Bandar.

Kepala Kantor Bank Indonesia Joko Raharto mengakui, kain sarung tenun produksi perajin Bandar Kidul sangat enak dikenakan. Karena punya prospek bagus, perbankan siap membantu untuk mengembangkan usahanya.

"Kain Tenun Ikat Bandar ini sangat unik. Selain itu banyak menyerap tenaga kerja serta memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan," ungkapnya.

Saat ini yang menjalankan usaha Tenun Ikat Bandar merupakan generasi ketiga perajin tenun yang memulai usaha pada 1950-an. "Ketrampilan perajin kain tenun ini telah menjadi modal sosial yang dapat dikembangkan," ungkapnya.

Joko sempat mengungkapkan, perajin kain Tenun Ikat Bandar ini sempat akan dibajak salah daerah untuk menjadi ikon produk unggulannya. Namun perajin tampaknya bergeming serta tetap setia mengembangkan usaha kain tanun ikat di Kota Kediri.

Karena keuletan perajinnya, Bank Indonesia memberikan bantuan berupa 139 alat tenun bukan mesin. Rinciannya 82 unit untuk kain tenun dan 57 unit untuk kain sarung. Salah satu pangsa pasar kain tenun Bandar adalah pasar Timur Tengah. Usaha ini telah menyerap sedikitnya 282 orang tenaga kerja di Kota Kediri.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok. LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved