Soto Ayam Super Lamongan

27 tahun bertahan tanpa membuka cabang, soto ayam super Lamongan Pak Djari melahirkan pelanggan militan...

Soto Ayam Super Lamongan
Sandi Iswahyudi

Sandi Iswahyudi
Mahasiswa Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang
@SandiIswahyudi

TULISAN besar berwarna merah yang terpampang di depan warung soto ayam super Lamongan P. Djari itu jelas terbaca oleh siapa saja, Tidak Buka Cabang. Ya, warung soto ayam di Jalan Diponegoro 82A Kota Batu itu menyediakan dua menu: soto ayam biasa dengan banderol Rp12.500 per porsi dan soto ayam istimewa seporsi Rp 17.000.

 

Soto di sini serbasuper: porsinya, rasa, dan ramainya. Kuah kuning dengan harum yang kuat dan rasa yang enak. Untuk menikmati soto dalam rasa aslinya, saya menikmatinya tanpa imbuhan kecap dan sambal. Rasanya tak ingin cepat-cepat menandaskannya. Mantap!

 

Walau tempatnya tak terlalu luas, namun bersih dan terasa nyaman. Pemandangan Gunung Panderman yang jelas terpampang di depan warung kian menambah nafsu santap. Urusan pelanggan, jangan ditanya! Warung soto ini selalu ramai sejak dari buka hingga malam menjelang tutup. Semua pangsa kelas bisa ditemukan di sini. Apalagi waktu liburan dan jam kerja, pelanggan harus siap antre.

 

Kenapa? Setidaknya soto Pak Djari memiliki beberapa keunggulan. Kuat dari segi rasa, tempat yang bersih, dan embel-embel tempo dulu. Soto ini memiliki jam terbang 27 tahun sejak 1988 silam. Kunci, mendapatkan pelanggan setia adalah konsistensi kualitas dan lokasi usaha. Prinsip total quality management pun diterapkan. Satu orang membawa 1.000 konsumen. Maksudnya, ketika produsen memberikan pelayanan terbaik kepada satu konsumen, akan membawa 1.000 pelanggan lainnya. Begitupun sebaliknya.

 

Pemilik soto ayam super Lamongan P. Djari juga tak membuka cabang di tempat lain, baik di wilayah Batu ataupun diluar Batu. Hal ini menunjukkan, pemilik ingin menjaga kualitas rasa, resep, pelanggan, dan identitas.

 

Dampaknya, pendapatan tak akan meningkat drastis. Sebab tak membuka cabang seperti warung makan lainnya yang membuka cabang di berbagai kota. Walau begitu, ini sebagai bukti militansi pelanggan setia di warung ini. Dia tidak hanya menjaga usaha tetap berjalan hingga 27 tahun, melainkan setiap pelanggan bisa menggaet 1.000 pelanggan baru!

 


 

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved