Surya/

Kediri Terapkan Angkutan Pelajar Gratis

Setelah penumpang pelajar digratiskan, para pemilik angkota hanya diperbolehkan memungut tarif dari penumpang umum

SURYA.CO.ID | KEDIRI - Selasa (10/3/2015), Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar melaunching program angkutan kota (angkota) pelajar gratis untuk semua tujuan yang akan diberlakukan mulai Rabu (11/3/2015), di Terminal Tamanan Kota Kediri.

Pemberlakuaan angkota gratis ini bakal diawasi tim monitoring Pemkot Kota Kediri dari tempat start hingga lokasi terminal akhir sesuai trayek angkota.

Kompensasi dari penerapan angkota gratis ini, pemilik angkota bakal mendapatkan subsidi bensin sebanyak 6 liter setiap hari. Salah satu tujuan progam angkota gratis adalah untuk menurunkan kasus laka lantas yang menimpa para pelajar.

Selain itu, untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jalanan dari pengantar pelajar yang naik sepeda motor dan mobil.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Fery Djatmiko menjelaskan, total ada 46 angkota yang siap melayani pelajar dan mahasiswa yang melayani 4 trayek yang ada di Kota Kediri.

Ke 4 trayek angkota itu masing-masing, Lin A jurusan Rejomulyo - Selomangleng, Lin B melayani Katang - Selomangleng, Lin G rute Pasar Bawang - Terminal Tamanan dan Lin F dari Terminal Tamanan - Pasar Banjaran.

Masalahnya, sejumlah trayek jalurnya tidak melalui SMP dan SMA yang lokasi sekolahnya berada di pinggiran kota. Untuk mengatasi sekolah yang tidak dilalui angkota rencananya Pemkot akan membuka trayek baru.

Saat lounching Wali Kota Kediri bersama Kapolres Kediri Kota AKBP Bambang Widjanarko sempat mencoba salah satu angkota berkeliling terminal. Rata-rata kendaraan angkota yang dioperasionalkan telah berusia di atas 15 tahun.

Subur Santoso, Ketua Organda Kediri, menyambut baik progam angkota gratis bagi pelajar. Diharapkan pelaksanaan progam ini berjalan lancar serta mampu menghidupkan kembali angkota di Kota Kediri.

Dijelaskan Subur, rata-rata setiap hari angkota beroperasi 4 sampai 5 kali pergi pulang (PP). Sedangkan kebutuhan BBM setiap hari berkisar 10 liter sehingga subsidi BBM sebanyak 6 liter dapat membantu pemilik angkota.

Setelah penumpang pelajar digratiskan, para pemilik angkota hanya diperbolehkan memungut tarif dari penumpang umum. Selama ini penumpang angkota mayoritas pelajar.

Sesuai SK Wali Kota Kediri tarif angkota ditetapkan Rp 4.000, tapi faktanya penumpang hanya bayar Rp 3.000. Selain itu animo masyarakat yang naik angkota juga semakin berkurang.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok. LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help