Tata Kota

Pemkot Surabaya Tutup Akses Jalan Menuju Tempat Hiburan Club Deluxe

Gedung yang dipakai Club Deluxe itu bukan milik Pemkot Surabaya tapi Tunjungan Elektronik Center (TEC). Namun lahan akses masuk milik Pemkot.

Pemkot Surabaya Tutup Akses Jalan Menuju Tempat Hiburan Club Deluxe
Google Maps
Club Deluxe menempati gedung milik Tunjungan Elektronik Center (TEC) namun akses masuknya pakai lahan milik Pemkot Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemkot Surabaya akhirnya menutup akses masuk menuju tempat hiburan dewasa, Club Deluxe.

Ini setelah akses masuk sebelah timur gedung tersebut merupakan bagian dari bangunan Tunjungan Centre yang masa sewa gedung habis dan diambil kembali Pemkot Surabaya.

Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT) Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu mengatakan, pihaknya juga menutup fasilitas parkir yang menggunakan gedung Tunjungan Centre.

Sebelum penutupan, Pemkot sudah mengirim surat pemberitahuan ke manajemen tempat hiburan dewasa Deluxe. Surat pemberitahuan itu dilayangkan sejak akhir pekan lalu.

"Selanjutnya kami melakukan eksekusi berupa penutupan akses jalan dan fasilitas parkir. Penutupan telah melibatkan petugas gabungan dari Satpol PP, Bagian Hukum Pemkot, Garnisun dan Polrestabes Surabaya," kata Maria Theresia Ekawati Rahayu, Minggu (8/3/2015).

Dijelaskan Maria Theresia, untuk gedung yang dipakai Deluxe itu bukan milik Pemkot Surabaya, melainkan milik pengelola Tunjungan Elektronik Center (TEC). Namun lahan untuk akses masuk ke Deluxe milik Pemkot.

"Jadi kami hanya menutup akses masuk saja. Karena akses itu menggunakan bangunan yang sudah menjadi milik Pemkot," ucap Maria Theresia.

Diungkapkan Maria Theresia, Pemkot Surabaya sudah tidak lagi menyewakan gedung tersebut kepada swasta. Gedung yang termasuk dalam cagar budaya itu akan difungsikan sebagai kantor untuk satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Surabaya.

Sebelum penutupan, Pemkot sudah berkonsultasi ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hasilnya, Pemkot diminta segera mengambil kembali akses jalan tersebut.

"Atas saran BPKP tersebut kami mengambil akses jalan masuk gedung Tunjungan Centre," tandas Maria Theresia.

Sementara General Manager Deluxe, Machmud, mengatakan, penutupan akses jalan masuk ke Deluxe yang melalui Jalan Genteng Kali itu berdampak pada jumlah pengunjung di tempat hiburan tersebut. Penurunan jumlah pengunjung mencapai sekitar 50 persen.

Menurutnya, penurunan itu karena pengunjung tidak ingin susah saat masuk ke Deluxe. Pengunjung ingin datang langsung masuk ke lokasi. Namun, ketika akses masuk di timur gedung dan fasilitas parkir diambil kembali Pemkot Surabaya, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa.

"Kami sudah menyediakan akses masuk pengunjung melalu Jalan Tunjungan, tapi butuh waktu untuk sosialisasi," tutur Machmud.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved