Posko Crisis Center AirAsia di Polda Jatim Ditutup

Posko Crisis Center Airasia di Polda Jatim ditutup bersamaan dengan dihentikannya pencarian korban oleh Badan SAR Nasional (Basarnas).

Posko Crisis Center AirAsia di Polda Jatim Ditutup
surya/ahmad zaimul haq
Penyerahan jenazah Hayati Lutfiah, warga Sidoarjo yang menjadi korban pesawat AirAsia QZ8501, kepada keluarganya, Kamis (1/1/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Posko Crisis Center Airasia di Polda Jatim ditutup bersamaan dengan dihentikannya pencarian korban oleh Badan SAR Nasional (Basarnas). Termasuk saat ini, ketika pencarian sedang libur menunggu proses pencarian tambahan, Posko di gedung Mahameru Polda Jatim juga ditutup.

“Posko ditutup atau diliburkan tiga hari (Jumat-Sabtu-Minggu). Senin mulai buka lagi karena mulai Senin besok ada operasi pencarian tambahan oleh Basarnas selama tujuh hari,” ungkap Kombes Pol Budiyono, Ketua Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim, Jumat (6/3/2015).

Dan setelah operasi tambahan atau operasi harian selama tujuh hari selesai digelar nanti, Posko Crisis Center juga akan ditutup.

“Setelah operasi pencarian dihentikan, berarti tidak ada pengiriman jenazah lagi. Karena itulah posko ditutup,” sambung Budoyono.

Namun, ditegaskannya bahwa operasi DVI tetap berjalan meski posko ditutup. Kapanpun ada jenazah terduga korban kecelakaan Airasia ditemukan, DVI Polda Jatim siap menerima dan melakukan identifikasi. Tim DVI pun, sewaktu-waktu siap dipanggil untuk menjalankan tugas.

Basarnas bersama para keluarga korban sudah sepakat dan memutuskan pencarian korban Airasia dihentikan sejak Selasa (3/3/2015) lalu. Selanjutnya, akan dilakukan pencarian tambahan selama tujuh hari sejak Senin nanti.

Apapun hasilnya, setelah tujuh hari pencarian tambahan itu, semua proses pencarian oleh Basarnas akan dihentikan.

Sejauh ini, total korban Airasia yang sudah diterima oleh Tim DVI Polda Jatim berjumlah 111 body dan body part. Dari jumlah itu, yang sudah berhasil teridentifikasi sebanyak 100 tubuh utuh dan potongan tubuh. Rinciannya 96 korban penumpang, 1 non human, dan 3 body parts bagian dari body yang lain.

Di RS Bhayangkara, saat ini masih tersisa tiga tubuh utuh dan satu potongan tubuh terduga korban Airasia.

“Kami juga masih menunggu tujuh body part yang sekarang sedang dianalisa melalui metode DNA di Mabes Polri,” sambung perwira yang juga menjabat sebagai Kabid Dokkes Polda Jatim tersebut.

Tujuh body part itu semuanya berupa tulang, yang ditemukan tim SAR saat melakukan pengangkatan terhadap body pesawat Airasia QZ 8501 beberapa waktu lalu.

Diperkirakan, analisa di Mabes Polri terhadap tujuh tulang itu selesai pekan depan. Kemudian, dikirim ke DVI Polda Jatim untuk dicocokkan dengan data Ante Mortem korban Ariasia di Polda Jatim.

Jika sampai posko crisis center ditutup dan masih ada jenazah yang belum dikenali, keluarga korban yang ingin menunggu hasil identifikasi, bisa memanfaatkan RS Bhayangkara Surabaya.

Keluarga yang biasa menunggu di Posko, bisa menunggu proses identifikasi di RS Bhayangkara.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help