80 Persen Industri Indonesia Disebut Dikuasai Swasta

"80 Persen ekonomi kita dikuasai oleh swasta. Sisanya adalah pemerintah. Apabila pemerintahnya korup, maka yang sengsara rakyat."

SURYA.co.id | MALANG - "80 Persen ekonomi kita dikuasai oleh swasta. Sisanya adalah pemerintah. Apabila pemerintahnya korup, maka yang sengsara rakyat."

Itu pernyataan Prof Dr Ahmad Erani Yustika dalam diskusi pemberantasan korupsi bersama Wakil Ketua KPK nonaktif Bambang Widjayanto di kantor Malang Corruption Watch, Jalan Kalimetro, Kota Malang, Senin (2/3/2015) sore.

"Di awal kemerdekaan, negara kita sejajar dengan Jepang dan Korsel, lalu sampai di tahun 90'an kita sudah tak bisa mengejar mereka. Bahkan, kalah jauh dibanding negara Singapura atau Malaysia," ungkap moderator debat Capres 2014 ini.

Erani memaparkan diawal 90'an, kondisi ekonomi Indonesia sudah dikendalikan oleh swasta. Porsinya 80 persen swasta, dan 20 persen pemerintah. Swasta ini terdiri dari asing dan pribumi.

Sayangnya, mental pejabat yang koruptor sejak awal kemerdekaan hingga kini masih terawat. Akibatnya, masyarakat dan kemajuan Indonesia pun terhambat.

"Seharusnya pemerintah sekarang menjadi pelayan. Bukan pejabat," kata dia.

Besarnya porsi ini, lanjutnya menandakan bahwa ekonomi masyarakat sudah bekerja. Artinya pula, ketika uang warga dicuri oleh koruptor maka dampaknya luas.

Ia mencontohkan dengan kasus krisis dan mahalnya harga beras. Dampak akibat krisis ini, tidak hanya dialami warga. Petani, pedagang dan pelaku ekonomi yang terkait dengan distribusi beras juga merasakannya.

"Yang paling terasa adalah masyarakat kalangan bawah," kata Erani.

Oleh karena itu, pemerintah harus berkomitmen untuk antikorupsi. "Selain itu mereka juga harus mereformasi birokrasi," katanya.

Yang juga menarik dalam diskusi ini, peserta tidak hanya para mahasiswa. Ibu rumah tangga, dan pengayuh becak pun turut hadir. Mereka bahkan rela duduk bersila di lantai.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: Adrianus Adhi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved