Dugaan Korupsi Bawaslu Jatim

Polisi Kantongi Calon Tersangka

Para calon tersangka itu orang-orang di lingkungan Bawaslu yang diduga telah bermain-main dalam pengelolaan dana hibah pemilihan gubernur.

SURYA.co.id | SURABAYA - Penanganan kasus dugaan korupsi dana hibah di lingkungan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur tersendat. Alasannya, penyidik masih menunggu hasil audit untuk memastikan nilai kerugian negara.

Penyidik Subdit Pidkor Ditreskrimsus Polda Jatim sudah memintai keterangan sejumlah saksi dan menyita berbagai barang bukti dalam perkara ini. Bahkan, dikabarkan bahwa penyidik telah mengantongi nama calon tersangka.

Namun, penanganan perkara ini menjadi ngambang lantaran tidak kunjung keluarnya hasil audit di BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan).

"Sampai sekarang, penyidik masih menunggu hasil audit," jawab Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Awi Setiyono, Jumat (27/2/2015).

Sempat berembus kabar, audit nilai kerugian negara dalam perkara ini sudah selesai pekan lalu. Tinggal menunggu tanda tangan dari pejabat BPKP. Namun, pada kenyataannya, sampai sekarang belum juga ada surat hasil audit yang diterima penyidik.

"Kita tunggu saja, semoga dalam waktu dekat hasil auditnya keluar. Dan penanganan perkara bisa dilanjutkan," imbuh mantan Kapolres Magetan tersebut.

Setelah ada audit BPKP dan dipastikan terdapat kerugian negara, penyidik bakal melangkah ke penetapan tersangka.

"Kalau sudah ada auditnya, baru bisa ditetapkan tersangkanya," imbuhnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, penyidik Polda Jatim sudah mengantongi nama-nama tersangka kasus dugaan korupsi tersebut. Bahkan, jumlah tersangkanya lebih dari satu orang.

Para calon tersangka itu adalah orang-orang di lingkungan Bawaslu yang diduga telah bermain-main dalam pengelolaan dana hibah pada pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim tahun 2013 lalu.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help