Pedagang Pasar Turi Pro Kontra Sikapi Penghapusan Service Charge Stan

Terjadia pro dan kontra di kalangan pedagang Pasar Turi terkait Kebijakan Investor Pasar Turi menghapus service charge stan selama enam bulan.

Pedagang Pasar Turi Pro Kontra Sikapi Penghapusan Service Charge Stan
surya/ahmad zaimul haq
Kondisi Pasar Turi baru yang belum rampung sepenuhnya, Kamis (9/10/2014). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Terjadia pro dan kontra di kalangan pedagang Pasar Turi terkait Kebijakan Investor Pasar Turi menghapus service charge stan selama enam bulan. Ini dikarenakan pemberian service charge dilakukan ketika di antara pedagang sedang terjadi tarik ulur.

Wakil Ketua Tim Pemulihan Pasca Kebakaran (TPPK) Pasar Turi, Kho Ping mengatakan, pemutihan service charge stan selama enam bulan merupakan langkah terbaik dari Investor.
Dengan demikian pedagang tidak lagi segan segera masuk ke Pasar Turi setelah biaya service charge stan yang menjadi kewajiban diputihkan.

"Artinya ini kan pedagang tidak punya hutang service charge ke investor, makanya kesempatan ini tidak boleh disia-siakan pedagang," kata Kho Ping, Rabu (25/2/2015).

Service charge stan ini sebelumnya banyak dikeluhkan pedagang. Selain cukup mahal, pedagang belum membuka stan ternyata sudah terkena service charge.

Investor merealisasi kebijakan penghapusan service charge sejak bulan Oktober 2014 lalu hingga Maret 2015.

Namun kebijak investor itu disikapi berbeda oleh Ketua Himpunan Pedagang Pasar (HPP) Pasar Turi, H Taufik.

Menurutnya, kebijakan penghapusan service charge dari investor patut dicurigai. Karena kebijakan tersebut bisa menjadi alat untuk menarik pedagang segera masuk ke bangunan Pasar Turi.

Pihaknya bersama kelompok pedagang lain, ucap Taufik, tidak akan terpengaruh oleh penawara program dari investor pasar Turi. Terlebih, memang seharusnya service charge stan tidak diterapkan kepada pedagang.

Sesuai perjanjian service charge stan sebesar Rp 40 ribu per meter, bukanya Rp 100 ribu per meter yang kini diterapkan investor.

"Jadi kami menilai penghapusan biaya service charge stan itu hanya akal-akalan investor agar pedagang menurutinya," tandasnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help