Pemkot Surabaya Stop Permohonan Baru Pendirian Toko Modern

"Kami kira masih wajar, karena aturan kajian sosek sebagai syarat pendirian toko modern baru yang setahun diundangkan," kata Widodo Suryantoro.

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemkot Surabaya melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) menghentikan sementara permohonan kajian sosial ekonomi (sosek) pendirian toko modern. Hingga kini sekitar 375 permohonan kajian sosek pendirian toko modern di Kota Surabaya.

Kepala Disperdagin Pemkot Surabaya, Widodo Suryantoro mengatakan, distopnya permohonan kajian sosial pendirian toko modern karena terbatasnya petugas yang bekerja di lapangan untuk memproses permohonan.

Ini dikarenakan hampir seluruh toko modern kenyataannya belum mendapatkan kajian sosek untuk beroperasi.

"Kondisi demikian kami kira masih wajar, karena aturan kajian sosek sebagai syarat pendirian toko modern baru yang setahun diundangkan," kata Widodo Suryantoro, Selasa (24/2/2015).

Dijelaskan Widodo, kajian sosek dari lingkungan sekitar lokasi bakal dibukanya toko modern sangat penting. Ini bisa digunakan sebagai parameter penerimaan warga atas dibukanya toko moderen tersebut.

Dengan demikian, keberadaan toko modern di kemudian hari tidak menimbulkan persoalan pada warga sekitar lokasi.

"Itulah mengapa kajian sosek menjadi syarat utama bagi pendirian toko modern sebelum mengurus perizinan lain yang wajib dipenuhi," ujar Widodo.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved