Disiplin

Pemkot Surabaya Tutup 9 Lokasi Usaha Suplai Batu Bara

@portalSURYA - Sembilan lokasi usaha suplai batu bara itu terletak di Tambak Osowilangun, Kecamatan Benowo.

Pemkot Surabaya Tutup 9 Lokasi Usaha Suplai Batu Bara
antara
Polisi menutup pintu kontainer berukuran 20 feet yang berisi batu bara ilegal di Depo PT Kuala Lintas Abadi, Jalan Tanjung Tembaga, Surabaya, Jatim, Rabu (14/8/2013).

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemkot Surabaya akhirnya menutup sembilan lokasi usaha penyuplai batu bara di Tambak Osowilangun, Kecamatan Benowo. Pasalnya, perusahaan pengelola usaha tersebut belum memiliki izin operasional distribusi batu bara.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Irvan Widyanto, mengatakan, penutupan ini awalnya dilakukan terhadap delapan lokasi usaha. Dalam pelaksanaan ternyata ada dua lagi lokasi usaha yang sama dan tidak memiliki izin.

"Begitu rekomendasi BLH turun, satu lokasi usaha suplai batu bara akan langsung kami tutup. Keberadaan perusahaan tersebut sangat menganggu lingkungan sekitar karena di situ juga dijadikan tempat penampungan batu bara. Akibatnya banyak warga yang merasa terganggu terutama dari debu baru bara," kata Irvan, Minggu (22/2/2015).

Satpol PP terlebih dahulu mengirim surat peringatan, menyusul 3 kali peringatan dari Pemkot Surabaya. "Tempat penampungan batu bara yang sekaligus dijadikan kantor kami segel, tidak boleh ada aktivitas apapun saat ini," ujar Irvan.

Sementara, Ketua Komisi C (bidang pembangunan) DPRD Surabaya, Syaifudin Zuhri, mendukung langkah tegas itu karena sejumlah perwakilan warga juga telah menyampaikan keluhan ke kantornya.

Mereka mengeluhkan debu batu bara yang bertebaran sehingga mengganggu pernafasan dan juga membuat jalan menjadi licin pada saat hujan tiba. "Debu dari dalam pabrik berubah menjadi lumpur dan ikut terbawa kendaraan yang keluar masuk pabrik di kawasan tersebut," kata Syaifudin.

Menurut Syaifudin, berdasar pengaduan warga, ada delapan lokasi usaha suplai batu bara di wilayah RW 4 Kelurahan Tambak Osowilangun Kecamatan Benowo yang makin hari makin meresahkan. Sedangkan dua perusahaan lainya, ungkap Syaifudin, terdeteksi ketika dilakukan sidak DPRD ke lokasi.

""Tempat usaha suplai batu bara itu merupakan pindahan dari Kabupaten Gresik dalam beberapa bulan terakhir ini. Usai inspeksi, kami langsung minta Pemkot mengambil tindakan penutupan. Syukurlah bila sudah dilakukan penutupan sampai mereka mendapatkan perizinan lengkap," tutur Syaifudin.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved