8 Anak Pasien Gagal Ginjal RSSA

Waspada, Anak-anak Juga Bisa Gagal Ginjal

Anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) yang sudah divonis mengalami gagal ginjal itupun harus menjalani hari-hari dengan proses cuci darah.

SURYA.co.id | MALANG - Kasus dan penderita gagal ginjal terus meningkat, tak terkecuali di Malang. Bukan hanya didominasi pasien dewasa, kasus penyakit yang mengharuskan penderitanya menjalani proses cuci darah itu juga harus dihadapi pasien anak-anak.

RS Saiful Anwar saat ini tercatat menangani enam hingga delapan anak yang menderita gagal ginjal. Anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) yang sudah divonis mengalami gagal ginjal itupun harus menjalani hari-hari dengan rajin mengikuti proses cuci darah.

Dokter ahli Penyakit Dalam, Dr Atma Gunawan Sp PD KGH mengatakan jumlah pasien yang harus menjalani cuci darah di RSSA terus meningkat. Dalam satu tahun setidaknya ada 35 ribu pasien yang harus bolak-balik menjalani cuci darah di RSSA.

“Jangan salah. Gagal ginjal bukan hanya bisa dialami orang dewasa saja, anak-anak juga bisa mengalami gagal ginjal. Di RSSA ini saja sudah ada pasien gagal ginjal anak-anak,” kata Atma, Rabu (11/2/2015).

Ia menambahkan, kasus penyakit gagal ginjal pada orang dewasa mayoritas disebabkan karena kondisi diabetes dan hipertensi atau penyakit darah tinggi. Penyebab lainnya karena infeksi ginjal dan sumbatan batu ginjal. Sedangkan pada pasien anak, gagal ginjal mayoritas disebabkan karena infeksi ginjal.

Sebagai gambaran, di RSSA jumlah pasien gagal ginjal yang menjalani proses cuci darah menggunakan mesin (HD) hingga akhir tahun 2013 sebanyak 35 ribu orang. Jumlah ini melonjak tajam jika dibandingkan data sepuluh tahun lalu sebanyak 5.700 tindakan HD. Sedangkan penderita gagal ginjal yang menjalani cuci darah CAPD saat ini di RSSA sebanyak 200 orang.

Jika dihitung, rata-rata jumlah pasien gagal ginjal baru setiap bulan mencapai 76 orang.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: Dyan Rekohadi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved