Polisi Menduga Pencurian di Pabrik Emas Kenjeran Libatkan Karyawan Lain
Selain menggunakan modus sandal jepit, ada juga modus lain. Biasanya karyawan membasuh badan atau pakaiannya dengan pasir emas.
Penulis: Zainuddin | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Pencurian emas oleh pekerja di pabrik emas di Kenjeran diduga tidak hanya dilakukan Udin (35). Diperkirakan beberapa karyawan lain pernah mengeluarkan emas dari perusahaan tanpa sepengetahuan atasannya.
Aksi pencurian ini terbongkar oleh temannya. Saat itu Udin sudah menyiapkan rantai emas sepanjang 3 meter yang akan dibawa pulang. Udin menyelipkan rantai emas sepanjang 25 meter tersebut di samping mesin selep. Rencananya rantai kalung itu akan dipotong-potong dan dibawa pulang setelah jam kerja berakhir.
Teman Udin melaporkan ke atasannya. Udin beserta barang bukti (BB)-nya langsung dibawa ke Mapolrestabes Surabaya. Dihadapan penyidik yang memeriksanya, ternyata Udin sebelumnya pernah mencuri emas dari perusahaan. Petugas pun menyita potongan kalung emas seberat lima gram di rumah Udin.
“Tersangka juga mengaku pernah mencuri emas seberat 2,5 gram. Modusnya pun sama,” kata Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Widjanarko.
VIDEO: Pekerja Selipkan Emas di Sandal Jepit Tak Terlacak Metal Detector
Widjanarko memastikan pencurian ini tidak melibatkan orang lain. Tapi Widjanarko menduga bukan hanya tersangka yang mencuri emas dari perusahaan.
Beberapa karyawan lain kemungkinan besar mencuri emas dengan modus yang hampir serupa. Apalagi tersangka mengetahui cara mengeluarkan emas tersebut dari rekan-rekannya yang sudah keluar.
Berdasar informasi yang diterimanya, perusahaan selalu mengalami kebocoran antara 2-3 ons setiap bulan. Dia mencontohkan kebocoran yang terjadi pada Oktober 2014 lalu mencapai 3 ons. Sedangkan kebocoran pada November 2014 sekitar 2,7 ons.
Selain menggunakan modus sandal jepit, ada juga modus lain. Biasanya karyawan membasuh badan atau pakaiannya dengan pasir emas. Modus ini pun bisa lolos dari metal detector. Nantinya butiran emas itu dikumpulkan setelah tiba di rumah.
“Kalau pasir emasnya terlalu tebal, pasti terdeteksi,” tambahnya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA