Rambak Kerbau Oleh-oleh Khas Tulungagung

Saat ini warga dari luar kota banyak yang berkunjung ke Tulungagung sekedar belanja oleh-oleh dan wisata kuliner.

Rambak Kerbau Oleh-oleh Khas Tulungagung
surya/didik mashudi
SENTRA RAMBAK - Kios penjual krupuk rambak di kawasan pertokoan Stasiun Kabupaten Tulungagung, Rabu (11/2/2015). 

SURYA.CO.ID | TULUNGAGUNG - Oleh-oleh khas Krupuk Rambak Tulungagung semakin banyak variannya. Jika sebelumnya hanya ada Krupuk Rambak Sapi, sekarang ada Krupuk Rambak Kerbau yang cita rasanya lebih gurih.

Kabupaten Tulungagung sendiri dikenal punya banyak produk khas jajanan yang digemari masyarakat. Krupuk Rambak menjadi salah satu oleh-oleh paling favorite bagi warga yang datang ke Tulungagung.

"Permintaan jajanan Krupuk Rambak omsetnya setiap hari lumayan banyak. Terlebih Krupuk Rambak Kerbau permintaannya cukup tinggi," ungkap Rini, salah satu pemilik Toko Oleh-oleh Khas Tulungagung kepada Surya.CO.ID, Rabu (11/2/2015).

Rini mengungkapkan, Krupuk Rambak Kerbau memang ada bedanya dengan Krupuk Rambak Sapi. "Kalau Krupuk Rambak Kerbau tidak bikin kesereten, selain itu rasanya lebih enak," jelasnya.

Tak heran jika Krupuk Rambak Kerbau harganya lebih mahal dibanding Krupuk Rambak Sapi. Satu kilogram Krupuk Rambak Kerbau harganya mencapai Rp 154.000, sedangkan Krupuk Rambak Sapi hanya Rp 114.000/Kg.

Rini mengaku menggoreng sendiri krupuk rambak yang dijualnya, sedangkan bahan baku Krupuk Rambak Kerbau dan Sapi sudah ada perajin yang memasoknya.

Para penjual krupuk rambak khas Tulungagung ini banyak menjajakan dagangannya di Stasiun Kota. Deretan kios banyak menjual aneka krupuk rambak sehingga menjadikan Tulungagung sebagai daerah sentra penghasil krupuk rambak.

Sabrina, warga Jogjakarta, mengaku kalau balik ke Tulungagung selalu membawa oleh-oleh krupuk rambak. "Krupuk rambak Tulungagung memang rasanya khas. Harganya juga relatif terjangkau," ujarnya.

Kabag Humas Pemkab Tulungagung Drs Marjadji saat dikonfirmasi menjelaskan, Krupuk Rambak Sapi dan Kerbau telah menjadi Oleh-oleh Khas Tulungagung. "Kalau ada tamu dari luar kota salah satu oleh-olehnya krupuk rambak," ungkapnya.

Saat ini sentra penjualan krupuk rambak ada di kios Stasiun Kota Tulungagung, namun ke depan akan diperluas dengan membuka kios pusat oleh-oleh di daerah Ngantru. "Lokasinya sudah disiapkan di utara Jembatan Ngujang," tambahnya.

Saat ini warga dari luar kota banyak yang berkunjung ke Tulungagung sekedar belanja oleh-oleh dan wisata kuliner. Kunjungan itu terlihat mengalami peningkatan pada hari Sabtu dan Minggu kawasan Stasiun Kota hingga Alun-alun Tulungagung.

"Apalagi pada Sabtu dan Minggu, Pendopo Kabupaten juga terbuka untuk umum. Warga bisa datang ke Pendopo untuk rekreasi keluarga," tambahnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok. LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved