Eksklusif Save UB Kediri

Mahasiswa UB Kediri : Kami Capek Kuliah Mondar-mandir

Untuk praktikum, kampus tidak menyediakan bus bagi mahasiswa yang mengulang mata kuliah ini.

Mahasiswa UB Kediri : Kami Capek Kuliah Mondar-mandir
surya/hayu yudha prabowo
Kampus Universitas Brawijaya (UB) di Kota Malang 

SURYA.co.id | KEDIRI - Dalam kurun tiga tahun terakhir berulang kali mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) di Kampus IV Kota Kediri unjuk rasa.

Mereka menagih janji pembangunan kampus dan fasilitas kuliah.

Tapi, endingnya, kampus yang mereka impikan malah terancam likuidasi.

“Kami capek mengikuti kuliah model darurat begini,” tutur Dedi, mahasiswa angkatan 2012 saat ditemui Surya, Senin (9/1/2015).

Siang itu, kuliah sedang libur. Dedi dan teman-teman ke kampus, yang nunut di bekas kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkot Kediri di Jl Himalaya untuk mengurus Kartu Rencana Studi (KRS).

Eks kantor BKD itu sebelumnya digunakan SMK PGRI 1 Kota Kediri.

Tapi, sekolah ini kemudian pindah ke gedung baru berlantai tiga di sebelahnya, bangunan yang jauh lebih mentereng.

Tidak semua mahasiswa UB Kediri bisa ditampung di situ. Tiga gedung di eks kantor BKD terlalu kecil untuk menampung sekitar 3.000 mahasiswa.

Separo mahasiswa harus mengikuti kuliah nunut di kampus Universitas Pawyatan Daha.

Menurut Dedi, selain fasilitas ruang belajar, keluhan paling dirasakan mahasiswa adalah perpustakaan dan laboratorium.

Halaman
12
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved