Anak Penganiaya PRT asal Tuban Ikut Ajukan PK

Lidya datang bersama petugas Lapas wanita Sukun, Malang, untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) atas perkaranya.

SURYA.co.id | SURABAYA - Lidya Natalia, anak dari Tan Fang May, terpidana kasus penganiayaan terhadap Marlena, pembantu rumah tangga (PRT) pada 2010, mendadak mendatangi gedung Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (29/1/2015).

Dia datang bersama petugas Lapas wanita Sukun, Malang, untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) atas perkaranya.

Sebelumnya PN Surabaya menjatuhkan vonis dua tahun terhadap Lidya, kemudian dia banding, tetapi Pengadilan Tinggi menguatkan putusan PN Surabaya.

Lidya lantas mengajukan Kasasi, namun hukumannya malah diperberat menjadi 6 tahun penjara oleh hakim Mahkamah Agung.

Lidya yang dalam posisi menjalani hukuman di Lapas Sukun, masih berupaya lagi dengan mengajukan PK. Sidang atas PK tersebut, digelar di ruang sidang Sari PN Surabaya, Kamis (29/1/2015) siang.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Nyoman Sugiharta, dalam tanggapannya, berpendapat bahwa dalil-dalil permohonan PK yang diajukan Lidya tidak berdasar.

"Karena itu kami meminta agar seluruh permohonan PK Lidya Natalia ditolak, dan hakim menguatkan putusan MA No 445/K/PID.SUS/2013 tertanggal 07 Oktober 2013," kata jaksa asal Bali tersebut.

Lidya divonis bersalah oleh PN Surabaya atas kasus penganiayaan terhadap Marlena, PRT asal Tuban tahun 2010.

Penganiayan dilakukan Lidya bersama ibunya, Tan Fang May (47) dan ayahnya, Eddie Budianto (50). Termasuk bersama dua saudaranya, Ezra Tantoro Suryasaputra (27), Hosea Tantoro Saputra (26), serta suami Lidya, Rony Agustian Hutri (32) ikut menganiaya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help