Sego Kepel Surabaya

Sego Kepel Surabaya : Siap Jadi Frenchise

“Kebetulan ada teman saya yang bisa masak teriyakinya. Jadi sepakat bikin ini (Sego Kepel),” urainya.

Sego Kepel Surabaya : Siap Jadi Frenchise
surya/irwan syairwan
Sego Kepel Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA – Menjual sebuah produk bisa dengan berbagai cara. Satu di antaranya adalah dengan menjual ikon suatu produk.

Seperti yang dilakukan pemilik merek dagang Sego Kepel, Alfian AP (23), Aris P (23), Eka P (23), R Ilmawan (23), dan Lutfi A (23).

Produk mereka berupa nasi kepal mampu menembus kantin-kantin sekolah, hingga dipesan lembaga swasta dan pemerintahan, lantaran ikon produk mereka, Tere dan Peppe.

Tere dan Peppe adalah karakter kartun berupa dua buah bulatan simbol nasi kepel.

Karakter ini berbentuk imut dan memiliki komik dan cerita tersendiri.
Usaha ini berawal dari mata kuliah Kewirausahaan. Mereka diminta membuat produk wirausaha yang menarik dan menjual.

Tadinya, mereka ingin membeli frenchise produk Sego Jamur, milik kakak tingkatnya. Namun, karena pertimbangan modal, mereka memilih membuat menu sendiri.

Diakui Alfian, konsep dasar Sego Kepel mengikuti konsep kakak tingkatnya itu. Yang membedakan hanyalah bentuk isian produknya saja.

“Kebetulan ada teman saya yang bisa masak teriyakinya. Jadi sepakat bikin ini (Sego Kepel),” urainya.

Usaha ini sudah berjalan satu tahun lebih. Dari yang hanya tugas kuliah, kini mereka memiliki lima orang pegawai tetap yang bertugas membuat nasi kepal dan mengantarkan ke tempat-tempat konsinyasi atau pesanan.

Tak tanggung-tanggung, setidaknya mereka harus membuat 200 nasi kepal dalam sehari. Marjin antara biaya produksi dengan keuntungan diatur sedemikian rupa hingga mencapai 100 persen.

Bahkan, pada tutup tahun 2014 ini, mereka memiliki keuntungan Rp 132 juta yang hasilnya dibagi sama rata berlima. Uang hasil keuntungan ini dipakai untuk keperluan kampus, ditabung, serta simpanan modal pengembangan usaha.

“Kami ingin menjadikan produk kami ini sebuah frenchise,” ungkap Alfian.

Mereka berlima komitmen, siapapun bisa memakai nama dagang Sego Kepel ketika salah satu dari mereka pulang ke kampung halaman nantinya. Menurut Alfian, produk usahanya ini berpotensi menjadi besar selama mereka berlima memiliki tekad yang besar.

Selama ini, pemasaran produk mereka hanya melalui media social (@segokepel) dan direct selling ke calon klien. Karena sudah mulai dikenal, mereka berencana memiliki tempat tersendiri.

“Tahun ini kami sudah punya rencana membuat kafe kecil Sego Kepel. Semoga saja cepat terealisasi,” bebernya.

Tags
nasgor
Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved