Argopuro dan Curah Manis Sempolan Tak Boleh Ada Permukiman

"Ada di dataran tinggi Hyang (Argopuro) dan Curah Manis Sempolan. Di gambar merah, itu menandakan adanya sebaran penduduk di kawasan itu."

SURYA Online, JEMBER -  Dataran tinggi Hyang (Argopuro) dan Curah Manis Sempolan tidak boleh ada persebaran penduduk alis permukiman karena kedua kawasan itu merupakan kawasan konservasi.

Selain di dua wilayah itu, adanya rencana menjadikan kawasan wisata di Cagar Alam Nusa Barong menjadi perhatian pihak pihak Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Bidang III Jawa Timur di Jember.

KSDA menengarai hal itu karena dalam pembahasan Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jember rupanya cukup menarik perhatian berbagai kalangan.

Kepala Bidang KSDA Jawa Timur III Sunandar Trigunajasa menegaskan pihaknya hanya memberikan perhatian terhadap dua hal penting dalam draf Raperda RTRW Pemkab Jember.

Dua hal itu menyangkut peta wilayah dan rencana menjadikan kawasan Cagar Alam Nusa Barong sebagai kawasan pariwisata. Peta wilayah dimaksud pihak KSDA yakni adanya gambar sebaran penduduk di kawasan  konservasi.

"Ada di dataran tinggi Hyang (Argopuro) dan Curah Manis Sempolan. Di gambar peta wilayah berwarna merah, itu menandakan adanya sebaran penduduk di kawasan itu. Semoga itu diperbaiki karena kedua tempat itu merupakan kawasan konservasi yang tidak boleh jadi permukiman penduduk," ujar Sunandar akhi pekan lalu.

Selain itu ada juga rencana pengembangan pariwisata di kawasan CA Nusa Barong.

Menurut Sunandar kawasan itu merupakan kawasan CA yang harus dilindungi.

"Jangan sampai ada pelabuhan atau dermaga atau transportasI khusus ke Nusa Barong karena memang bukan kawasan pariwisata. Kalau perahu keliling Nusa Barong tidak bisa kami larang karena lautnya bukan kawasan konseervasi. Sekali lagi kami hanya mengingatkan," lanjutnya.

Pihaknya merasa perlu mengingatkan Pemkab selaku pembuat Raperda tersebut agar tidak bertabrakan dengan UU Kehutanan dan UU Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved