Surya/

Kediri Pelopori Gerakan Non-Tunai

Walikota juga meminta progam GNNT di Kota Kediri semakin diperluas untuk kalangan Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM).

SURYA Online, KEDIRI-Kalangan perbankan di Kota Kediri mempelopori progam Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Progam ini telah memulai proyek percontohan di kawasan bisnis Jl Dhoho dan Lapas Kota Kediri, Minggu (14/12/2014).

Tindak lanjut dari gerakan ini puluhan pertokoan yang ada di Jl Dhoho telah menyiapkan sistem transaksi nontunai. Demikian pula segala  transaksi yang ada di lingkungan Lapas Kota Kediri bakal menerapkan transaksi nontunai.

Untuk mewujudkan GNNT ini telah ditandatangani kesepahaman kalangan perbankan dengan Paguyuban Pedagang Jalan Dhoho dan Lapas Kediri. Kesepahaman ini tertuang dalam Deklarasi Dhoho.

Isi kesepahan ini intinya mendukung dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam penggunaan instrumen pembayaran non tunai dalam bertransaksi. Selain itu mewujudkan Jl Dhoho sebagai kawasan perdagangan non tunai pertama di Kota Kediri.

Menurut Suko Wardoyo, Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim menyebutkan, transaksi non tunai merupakan transaksi yang cepat, aman dan handal. Apalagi statistik nasional  pembayaran non tunai terus mengalami peningkatan.

"Transaksi nontunai ini lebih aman dan nyaman bagi pembeli dan penjual," ungkapmya.

Selain itu tidak khawatir menjadi korban copet karena tidak membawa uang tunai dan tidak resah dengan peredaran uang palsu. "Bagi penjual sendiri tidak perlu repot menyiapkan uang recehan untuk kembalian," jelasnya.

Suko menyebutkan pada 5 tahun ke depan bakal semakin ditingkatkan penggunaan kartu non kartu.

"Kota Kediri telah menjadi pelopor nasional transaksi non tunai di Indonesia," jelasnya.

Sedangkan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyebutkan, progam GNNT sangat bagus diwujudkan. Karena dalam bertransaksi tidak perlu membawa uang banyak yang membuat dompet menjadi tebal. "Kalau dompet tebal rawan menjadi korban copet," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Satwika Rumeksa
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help